ITS Surabaya Ciptakan Robot Ventilator, Alat Bantu Napas Pasien Corona
Robot Ventilator yang diciptakan ITS Surabaya. (Foto: Ist)

SURABAYA, HALUAN.CO - Departemen Teknik Fisika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya menciptakan Simple and Low-Cost Mechanical Ventilator atau Robot Ventilator.

Mengapa ini penting:

• Robot ini berfungsi sebagai alat bantu napas bagi penderita Covid-19 yang mengalami gangguan pada sistem pernapasannya.

• Robot ini diharapkan dapat mengatasi permasalahan terbatasnya alat ventilator yang ada di Indonesia.

Konteks:

• Indonesia kini tengah menghadapi dan menangani wabah virus corona atau Covid-19.

• Angka pasien positif Covid-19 terus naik setiap harinya, alat ini sangat dibutuhkan saat ini.

• Data pemerintah hingga Rabu (8/4/2020) pukul 10.00 Wib, tercatat 2.738 terkonfirmasi positif, 221 meninggal dan 204 sembuh.

Apa katanya: "Angka pasien positif Covid-19 terus naik setiap harinya. Alat ini sangat dibutuhkan saat ini," jelas Rektor Ashari ketika memperkenalkan robot ventilator di kampus ITS, Selasa (7/4/2020).

Kapan diproduksi:

• Ditargetkan segera diproduksi secara massal.

• Saat ini tinggal melakukan uji kelayakan dengan dioperasikan selama 2x24 jam nonstop.

• Resmi diperkenalkan pada peringatan Hari Kesehatan Sedunia di Gedung Pusat Robotika ITS.

Pihak yang dilibatkan:

• ITS bekerja sama dengan Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA) dan RSU dr Soetomo selaku mitra peneliti dan calon pengguna inovasi ini.

• Balai Pengamanan Fasilitas Kesehatan (BPFK) Surabaya dalam melakukan pengawasan strandar alat yang diproduksi.

Teknologi yang digunakan:

• Menggunakan basis desain open source dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) Amerika Serikat.

• Sistem mekanik dan beberapa spesifikasi diadopsi dari MIT.

• Sistem elektronik dan sistem monitoring dikembangkan sepenuhnya oleh Tim ITS.

Apa kelebihannya:

• Memiliki fitur pengaturan Respiration Rate, Inspiration/Expiration Ratio, Tidal Volume, PEEP (Positive End-Expiratory Pressure), dan PIP (Peak Inspiration Pressure).

• Didesain mudah dipindahkan dan diproduksi dengan lebih cepat.

• Bahan baku lebih mudah didapatkan di pasaran.

Komponen yang digunakan:

• Berbasis pada penggunaan Ambu Bag (Bag Valve Mask/BVM) atau yang secara manual dikenal dengan istilah manual resuscitator.

• Komponennya juga berasal dari metal acrylic yang mudah ditemui di pasaran.

• Komponen yang digunakan tetap akan menunjang kriteria penggunaan klinis robot ini sesuai standar BPFK.

Harga jual:

• Harga yang ada di pasaran sebanding dengan langkanya alat ventilator saat ini.

• Produk ventilator di pasaran saat ini bisa mencapai kisaran Rp800 juta per unit.

• Bila diproduksi massal harganya hanya berkisar Rp20 jutaan per unit.

Unair Klaim Temukan Obat Virus Corona

"Untuk memproduksi secara besar-besaran masih diupayakan menjajaki kerja sama dengan pabrik penyedia bahan baku," kata Ketua Tim Ventilator Departemen Teknik Fisika ITS, Aulia MT Nasution, dikutip Jatimnow.


0 Komentar