Jadi Tersangka, Wahyu Setiawan Diduga Terima Uang Rp600 Juta
Anggota komisioner KPU, Wahyu Setiawan. (FOTO: Kompas.com)

JAKARTA, HALUAN.CO - Anggota komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus suap penetapan anggota DPR RI terpilih 2019-2024.

Ia diduga menerima uang sebesar Rp600 juta dalam upaya memuluskan permintaan Harun Masiku untuk menjadi anggota DPR pengganti antarwaktu (PAW). Uang itu kemudian dikelola oleh orang kepercayaan Wahyu Setiawan, Agustiani Tio Fridelina (ATF).

"Dari Rp450 juta yang diterima ATF, sejumlah Rp 400 juta merupakan suap yang ditujukan untuk WSE (Wahyu Setiawan), komisioner KPU. Uang masih disimpan oleh ATF," kata Wakil Ketua KPK, Lili Pintauli Siregar, dalam konferensi pers di gedung KPK, Jakarta, Kamis (9/1/2020).

"Tim menemukan dan mengamankan barang bukti Rp 400 juta yang berada di tangan ATF dalam bentuk dolar Singapura," lanjutnya.

Lili menjelaskan, uang Rp400 juta disiapkan Harun Masiku untuk memuluskan proses penetapan PAW. Kemudian penerimaan lainnya terjadi pada pertengahan Desember 2019, yakni Rp200 juta.

Dia melanjutkan, Wahyu Setiawan menerima uang tersebut melalui ATF di salah satu pusat belanja di Jaksel.

Dugaan suap yang membuat Wahyu Setiawan menjadi tersangka ini bermula saat KPU menggelar rapat pleno dan menetapkan Riezky Aprilia sebagai pengganti Almarhum Nazarudin Kiemas.

Wahyu Setiawan Jadi Tersangka, Ketua KPU: Kami Mohon Maaf ke Masyarakat

Kemudian, lobi-lobi dilakukan ATF untuk meloloskan Harun Masiku dalam PAW. Selanjutnya, ATF berkomunikasi dengan Wahyu Setiawan untuk membantu proses penetapan Harun Masiku untuk mengisi PAW tersebut.

"WSE (Wahyu Setiawan) menyanggupi membantu dengan membalas 'Siap, Mainkan'. Untuk membantu penetapan HAR sebagai anggota DPR pengganti antarwaktu, WSE meminta dana operasional Rp900 juta," paparnya.