Jakarta Berkabut, Fenomena Apa?

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Kabut menyelimuti Jakarta dan sekitarnya. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, HALUAN.CO - Senin (16/12/2019) pagi tadi kabut menyelimuti Jakarta dan sekitarnya. Jarak pandang pun terbatas. Banyak masyarakat berkomentar di media sosial. Jakarta gelap karena polusi atau kabut biasa?

"Jakarta lagi bener-bener kabut, kotor dan sumpek. Polusinya separah itu, sampe jarak pandang aja deket. Terus kabutnya bener-bener udah sampe bawah bawah, biasanya cuma di atas-atas gedung aja. Zuzur ini ga sehat sama sekali," tulis akun Twitter @delicateofnoise.

Menurut Kepala Bidang Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca BMKG, Miming Saepudin seperti dilansir dari DW Indonesia, fenomena kabut yang terjadi di Jakarta hari ini disebabkan oleh lapisan inversi yang terjadi di wilayah atmosfer Jakarta dan sekitarnya.

Inversi dapat terjadi karena adanya aliran massa udara di lapisan atmosfer yang menyebabkan ada perbedaan suhu udara di atmosfer.

"Inversi itu lapisan di atmosfer dimana laju suhunya naik, padahal seharusnya suhu semakin ke atas semakin dingin, karena kondisi tertentu bisa naik," ujar Miming kepada DW Indonesia, Senin (16/12).

Miming menyebut inversi adalah kondisi yang "normal, tidak terlalu asing dan cukup sering terjadi".

"Inversi ini yang menghalangi udara naik ke atas, tapi akan hilang seiring kondisi makin siang karena kondisi udaranya relatif lebih hangat pada siang hari", tambah Miming.

BACA JUGA: Jambi Masih Diselimuti Kabut Asap, Tapi Sudah Memasuki Musim Penghujan

Selain karena lapisan inversi, Miming mengatakan bahwa kondisi kelembapan udara di lapisan atmosfer yang relatif tinggi, ditambah kondisi angin yang relatif tidak kencang pada pagi hari ini juga sedikit banyak menyebabkan kekaburan udara alias kabut.


0 Komentar