Janda Beranak Satu Ini Seludupkan Sabu dalam Alat Kelamin
Ini barang yang disimpan dalam alat kelamin tersangka Lin Ayunda Sari. (Foto: Ist)

SURABAYA, HALUAN.CO - Tergiur untuk mendapatkan uang yang cukup besar, berbagai cara dilakukan orang untuk menyeludupkan narkoba.

Seperti yang dilakoni Lin Ayunda Sari (29), janda beranak satu ini, barang "haram" jenis sabu yang diseludupkannya itu dimasukan ke dalam alat kelaminnya.

Hal serupa sudah pernah dilakukan warga Perumahan Bidai Karisma Blok I No. 7, Batam, Kepulauan Riau ini dan berjalan sukses. Waktu itu dia behasil mengantongi uang sebesar Rp20 juta sebagai jasa kurir.

Modus yang dilakukan mantan terapis di salah satu spa di Batam ini, sabu dibungkus dalam plastik yang dibentuk seperti kapsul besar. Kemudian dimasukanlah barang itu dalam alat kemaluan dan duburnya.

Namun dalam menjalan aksi berikutnya, upayanya digagalkan oleh pihak kepolisian dari Polrestabes Surabaya, mesti telah lolos dari alat detektor bandara.

Dia ditangkap oleh Tim Unit III Satresnarkoba Polrestabes Surabaya, dipimpin Kanit Iptu Eko Julianto pada Sabtu, (18/1/2020).

Seperti diungkapkan Wakasat Resnarkoba Polrestabes Surabaya, Kompol Heru Dwi Purnama, Senin (10/2/2020), penyelundupan narkoba jenis sabu yang dilakukan wanita itu dari Malaysia menuju Surabaya melalui jalur udara.

Wanita itu hanya berperan sebagai kurir. Agar barang yang dibawanya itu tidak terlacak oleh alat detektor, dia memasukkan tiga paket sabu ke dalam alat kelamin dan duburnya.

"Tersangka disuruh seseorang untuk mengambil sabu itu ke Johor, Malaysia. Setelah mendapatkan barang, tersangka kembali ke Batam. Kemudian dia menyelundupkan sabu yang sudah dikemas ke Surabaya, melalui jalur udara," ungkap Kompol Heru Dwi Purnama.

Dari bandara, tersangka kemudian menuju hotel di kawasan Surabaya Timur untuk check in. Namun rupanya, pergerakan tersangka telah terendus Tim Unit III yang langsung menangkap tersangka di lobi hotel.

Dalam penangkapan itu, ditemukan tiga paket mirip timun berisi sabu yang dimasukkan ke dalam alat kelamin sang janda.

"Setelah kami periksa dan interogasi, tersangka mengaku menyimpan tiga paket sabu itu dalam alat kelamin dan duburnya," terang Heru.

Setelah ditimbang, tiga paket sabu itu 212,81 gram atau 2,12 ons berikut bungkusnya. Tiga paket sabu itu dikemas menggunakan plastik dan dilakban berwarna hijau hingga berwujud seperti timun atau kapsul besar.

Dalam pemeriksaan terungkap bahwa tersangka bersedia menerima job itu lantaran sudah lama mengangur, setelah sebelumnya sempat menjadi terapis di salah satu spa di Batam.

Tersentuh Mendengar Suara Azan, Napi Narkoba Ini Masuk Islam

Tersangka mengaku sudah dua kali menyelundupkan sabu ke Surabaya dengan modus yang sama. Pengiriman pertama dia mendapat upah bersih Rp 20 juta. Namun aksinya yang kedua akhirnya digagalkan polisi.

"Yang pertama saya dapat Rp 20 juta. Yang kedua ini baru dapat Rp 2 juta sebagai ongkos perjalanan," ungkap tersangka.

Tersangka juga mengaku terpaksa mengambil risiko itu lantaran dia sudah menjadi janda dan harus menghidupi satu anaknya.