Jemaah Haji Perempuan dan Laki-laki Dipisah Waktu Mabit di Mina
Pelaksanaan mabit di Mina. (Foto: Ist)

MAKKAH, HALUAN.CO - Dalam pelaksanaan ibadah haji 2020, jemaah haji antara laki-laki dan perempuan akan dipisahkan waktu melakukan mabit atau bermalam di Mina.

Pemisahan antara jemaah haji perempuan dan laki-laki yang diusulkan Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag itu disetujui Muasasah Ath-Thawafah Makkah.

"Penempatan jemaah haji di tenda Mina akan dipisah antara jemaah laki-laki dan perempuan. Selama ini tidak ada pembatas yang dipasang di tenda Mina," terang Direktur Layanan Haji Luar Negeri Sri Ilham Lubis saat bertemu Muassasah Ath-Thawafah di Makkah, Senin (09/12).

Dilansir dari Kemenag.go.id, pertemuan dihadiri Pimpinan Muasasah beserta jajarannya. Delegasi Indonesia, selain Sri Ilham, hadir juga Konsul Haji KJRI Jeddah Endang Djumali bersama Staf Teknis Haji lainnya.

Pertemuan itu mengagendakan evaluasi operasional haji 1440H/2019M, sekaligus pembahasan peningkatan layanan haji 1441H/2020M.

Sri Ilham menyampaikan permohonan yang sebelumnya disampaikan Menteri Agama kepada Menteri Haji dan Umrah Saudi agar memperioritaskan pembangunan toilet bertingkat di Mina untuk jemaah haji Indonesia.

Sri Ilham juga meminta agar sejumlah inisiatif Indonesia untuk perbaikan layanan haji tahun lalu di Arafah dan Mina tetap dipertahankan, antara lain: penyediaan AC freon di Arafah, tambahan urinoir di Mina, dan penomoran tenda di Armina.

"Kami minta agar itu semua tetap berjalan, jika perlu ditingkatkan. Kami juga minta agar penempatan jemaah di Armina berdasarkan zonasi penempatan jemaah di Makkah," kata Sri Ilham.

Tahun lalu, Ditjen PHU Kemenag menerapkan kebijakan baru sistem penempatan jemaah di Makkah berbasis zona. Ada enam zona di Makkah, yaitu: Jarwal, Misfalah, Mahbas Jin, Syisah, Raudlah, Aziziyah, dan Rey Bakhsy.

Pihak muasasah, lanjut Sri Ilham, sepakat dengan hal ini. Bahkan, mereka berkomitmen untuk menyerahkan denah penempatan jemaah sejak tanggal 1 Dzulhijjah untuk memastikan kesiapan fasilitas yang tersedia di Arafah dan Mina, mulai AC, listrik, dan fasilitas lainnya.

"Tahun depan akan dibuat juga jalan khusus untuk jemaah pengguna kursi roda di Muzdalifah," ujarnya.