Jembatan Putus, 3 Desa di Cianjur Terisolasi atau Terpaksa Bertaruh Nyawa

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Tiga desa di Cianjur, Jawa Barat terisolasi sejak jembatan bambu di atas Sungai Gonggang putus. (Foto: Antara)

CIANJUR, HALUAN.CO - Sebanyak tiga desa di Cianjur, Jawa Barat (Jabar) terisolasi sejak jembatan bambu di atas Sungai Gonggang putus. Padahal, jembatan itu menjadi satu-satunya akses warga keluar dari desa menuju kota.

Jembatan tersebut menghubungkan tiga desa, Neglasari, Bunisari dan Mulyasari menuju kota. Aktivitas warga pun lumpuh, mereka terisolasi karena tak dapat melintasi arus sungai yang deras.

Seorang warga yang juga tokoh masyarakat di sana, Imat mengatakan, putusnya jembatan akibat hujan dengan intensitas tinggi, beberapa hari yang lalu membuat sungai meluap dan berarus deras.

"Kalau musim kemarau arus sungai tidak terlalu deras, sehingga masih banyak warga yang berani melintas. Tapi sekarang berbahaya kalau melintas," kata dia seperti dilansir Antara, Selasa (14/1/2020).

Kalaupun ada warga yang memaksakan diri untuk melintasi sungai, bila memang ada keperluan mendesak. Termasuk anak sekolah digendong orang tuanya untuk sampai ke ujung sungai, namun sebagian besar siswa memilih untuk libur.

Jembatan gantung yang terbuat dari bambu sepanjang 14 meter dengan lebar 4 meter itu, kaya dia, hasil swadaya masyarakat itu. Namun kini tersapu oleh arus deras sungai.

"Satu-satunya jalan melalui sungai yang sejak satu pekan terakhir arusnya deras dan sulit untuk dilalui," katanya.

Warga berharap dinas terkait di Pemkab Cianjur dapat segera membangun jembatan darurat atau langsung membangun jembatan permanen untuk aktivitas warga di tiga desa yang berbatasan dengan Kabupaten Sukabumi itu.

"Sudah beberapa kali mantan Bupati Cianjur, bersama orang dinas datang ke lokasi. Namun hingga saat ini, harapan untuk memiliki jembatan permanen belum terwujud," katanya.

Kepala Desa Neglasari, Nasihin mengatakan, sejak putusnya jembatan Sungai Gonggang, pihaknya langsung membuat laporan melalui kecamatan ke dinas terkait di Pemkab Cianjur.

Putusnya jembatan tersebut membuat seribu lebih kepala keluarga dari tiga desa terisolasi. Karena jembatan itu satu-satunya akses untuk dapat keluar wilayah di tiga desa.

"Risikonya sangat besar terlebih kalau arus sungai deras disertai hujan, sangat sulit untuk melintas. Kalau mendesak warga bertaruh nyawa melintasi sungai untuk sampai ke jalan utama," katanya.


0 Komentar