Jembrana Tolak Jembatan Hubungkan Tol Trans Jawa - Bali
Di Selat Bali ini pemerintah akan bangun jembatan yang akan menghubungkan Tol Tras Jawa ke Pulau Bali. (Foto: Balipost)

NEGARA, HALUAN.CO - Pemerintah Kabupaten Jembrana Bali menolak rencana pemerintah membaun jembatan di Selat Bali yang menghubungan Tol Tras Jawa ke Pulau Dewata itu.

Penolakan itu disampaikan Bupati Jembrana I Putu Artha dan Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan serta DPRD Provinsi Bali.

Dilansir Balipost, Kamis (23/1/202), wacana pembangunan jembatan di Selat Bali itu tidak saja mengagetkan kalangan DPRD Bali. Tetapi juga Kepala Daerah di Jembrana yang wilayahnya bersinggungan langsung dengan Pelabuhan Gilimanuk.

Bupati Jembrana I Putu Artha menyatakan baru mendengar adanya rencana tersebut, bahkan disebutkan sudah ada nama jembatan.

Namun menurut dia yang justru paling mendesak saat ini adalah jalan cepat Denpasar-Gilimanuk dan hal ini juga menjadi prioritas pemerintahan Bali setelah Mengwi-Singaraja.

Hal serupa juga ditegaskan Made Kembang Hartawan, Wakil Bupati Jembrana. Daripada membangun jembatan selat Bali yang sarat kontroversi.

Pagar Makan Tanaman, Pria DudaIini Setubuhi Dua Putri Kandungnya

Kalangan anggota DPRD Provinsi Bali juga belum mengetahui rencana pembangunan jembatan di Selat Bali yang menghubungan jalan tol pulau Jawa dan Bali

“Mitra kita di eksekutif belum ada menyampaikan. Ini kan baru berita di media online,” ujar Ketua Komisi III DPRD Bali, I Kadek Diana ketika dikonfirmasi, Rabu (22/1/2020).

Menurut Diana, dinas terkait di Pemprov Bali pasti bersurat ke DPRD Bali kalau memang ada proses yang melibatkan dewan. Misalnya presentasi awal lewat dinas terkait ataupun presentasi langsung dari pemrakarsa atau yang mengerjakan proyek. Tapi sejauh ini, ditegaskan belum ada surat yang masuk terkait hal tersebut.

Politisi PDIP inipun enggan berkomentar banyak lantaran tol Trans Jawa yang menyambung sampai ke Bali ini baru sebatas wacana. Kecuali sudah ada hasil feasibility study (FS) yang memuat rencana tol secara detail.

“Kalau kita mengomentari sesuatu yang belum final, belum jelas, belum ada, nanti malah pro kontra duluan. Ujung-ujungnya terakhir rencana itu tidak jadi, kan sering begitu,” jelasnya.