Jenderal Iran Dibunuh Amerika, World War 3 Jadi Trending Topic Dunia di Twitter
Ilustrasi rudal Iran. (FOTO: Reuters/Mahmood Hosseini)

JAKARTA, HALUAN.CO - Terbunuhnya Kepala Pasukan Elit Quds Iran, Mayor Jenderal Qassem Soleimani, dalam serangan udara oleh Amerika Serikat di bandara Baghdad, pada Jumat (3/1/2020), membuat panas geopolitik kedua negara tersebut. 

Tak hanya di dunia nyata, jagat maya di media sosial, terutama Twitter juga heboh membicarakan tewasnya pimpinan militer Iran tersebut. Bahkan, ada yang khawatir insiden itu akan memicu munculnya Perang Dunia III.

Hingga berita ini diturunkan, kata "WWIII" berada di urutan ketiga trending topic dunia di Twitter. Adapun di posisi puncak adalah kata "Iran".

Sedangkan Soleimani yang tewas dalam serangan AS menempati posisi enam.

Kekhawatiran akan munculnya Perang Dunia III bukan tanpa alasan. Apalagi, Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei telah menegaskan akan melakukan balas dendam terhadap serangan Amerika tersebut.

Dilansir dari AFP, Khamenei menyebut Soleimani sebagai seorang martir. Dia mengatakan, Iran akan berkabung selama tiga hari untuk menghormati berpulangnya jenderal yang dicintai rakyat tersebut.

"Kemartirannya adalah hadiah atas upaya tanpa hentinya selama bertahun-tahun," kata Khamenei.

Perang! Pimpinan Pasukan Elite Militer Iran Tewas Dihantam Roket Amerika

Dia menegaskan, perjuangan Soleimani akan dikenang dan diteruskan oleh rakyat Iran. Sehingga, menurutnya, apa yang diperjuangkan oleh Soleimani untuk negara dan bangsa tak akan pernah berhenti.

"Kami akan balas dendam dengan keji kepada penjahat yang membuat tangannya bersimbah darah darinya (Soleimani) dan martir-martir lainnya," ucap Khamenei.

Seperti diberitakan, Kepala Pasukan Elit Quds Iran, Mayor Jenderal Qassem Soleimani, dilaporkan tewas dalam serangan udara oleh Amerika Serikat di bandara Baghdad, pada Jumat (3/1/2020).

Selain Soleimani, komandan milisi Irak, Abu Mahdi al-Muhandis, juga terbunuh dalam serangan itu.

Dilansir dari Antara, Soleimani yang memimpin Pasukan Pengawal Revolusioner Iran untuk urusan luar negeri serta memegang peranan kunci dalam pertempuran di Suriah dan Irak, memperoleh ketenaran di dalam dan luar negeri.

Ia berperan dalam penyebaran pengaruh Iran di kawasan Timur Tengah, yang berusaha dikendalikan Amerika Serikat dan dua musuh Iran di kawasan, yaitu Arab Saudi dan Israel.

Sejak 1998, Soleimani menjadi Kepala Pasukan Elit Quds, jabatan yang tidak terlalu mencolok untuknya agar bisa terus menguatkan ikatan Iran dengan Hizbullah di Lebanon, pemerintahan Presiden Suriah Bashar al-Assad, serta kelompok milisi Syiah di Irak.

Sebelumnya, Soleimani berulang kali selamat dari upaya pembunuhan yang direncanakan oleh AS, Israel, dan Arab Saudi selama dua dekade terakhir.