Jokowi Gelontorkan Bantuan Imbas Covid-19, Berikut Daftar Lengkapnya

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Presiden Joko Widodo. (FOTO: Antara)

-

AA

+

Jokowi Gelontorkan Bantuan Imbas Covid-19, Berikut Daftar Lengkapnya

Nasional | Jakarta

Selasa, 31 Maret 2020 16:54 WIB


JAKARTA, HALUAN.CO - Presiden Joko Widodo memastikan telah memikirkan secara matang dalam mengambil langkah guna mencegah penyebaran Covid-19. Pemerintah, kata Jokowi, tidak ingin keliru dalam merumuskan strategi dan mengambil langkah tersebut. 

Ia menegaskan, kesehatan masyarakat menjadi fokus utama pemerintah dalam menyelesaikan masalah Covid-19 tersebut.

"Oleh sebab itu, kendalikan penyebaran Covid-19 dan obati pasien yang terpapar," tegas Jokowi dalam konferensi pers di Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa (31/3/2020).

Adapun fokus yang kedua, kata Jokowi, pemerintah menyiapkan jaring pengaman sosial untuk masyarakat lapisan bawah.

Hal itu, menurutnya, harus dilakukan agar masyarakat kelas bawah tetap mampu memenuhi kebutuhan pokok dan menjaga daya beli.

"Ketiga, menjaga dunia usaha utamanya usaha mikro, usaha kecil, usaha menengah agar tetap beroperasi dan mampu menjaga penyerapan tenaga kerjanya," ujarnya.

Pemerintah siapkan bantuan

Jokowi mengungkapkan, pemerintah telah menyiapkan berbagai bantuan untuk masyarakat kelas bawah tersebut.

Bantuan yang pertama, kata Jokowi, jumlah keluarga penerima PKH akan ditingkatkan dari 9,2 juta menjadi 10 juta keluarga penerima manfaat.

"Sedangkan besaran manfaatnya akan dinaikkan 25 persen misalnya komponen ibu hamil akan naik dari Rp2,4 juta menjadi Rp3 juta per tahun, komponen anak usia dini Rp3 juta per tahun, komponen disabilitas Rp2,4 juta per tahun. Dan kebijakan efektif mulai April 2020," ungkapnya.

"Kedua, kartu sembako. Jumlah penerima akan dinaikkan dari 15,2 juta penerima menjadi 20 juta penerima manfaat dan nilainya naik 30 persen dari Rp150 ribu menjadi Rp 200 ribu dan akan diberikan selama 9 bulan," lanjut Jokowi.

Mantan Wali Kota Solo itu melanjutkan, bantuan yang ketiga adalah terkait kartu pra-kerja. Menurutnya, anggaran kartu pra-kerja dinaikkan dari Rp10 triliun menjadi Rp20 triliun.

Adapun jumlah penerima manfaat kartu pra-kerja menjadi 5,6 juta orang terutama untuk pekerja informal serta pelaku usaha mikro dan kecil yang terdampak Covid1-19.

"Dan nilai manfaatnya adalah Rp650 ribu sampai Rp1 juta per bulan selama empat bulan ke depan," jelasnya.

Subsidi tarif listrik

Jokowi juga memberikan subsidi listrik sebagai upaya bantuan kepada masyarakat akibat virus corona. Untuk pelanggan listrik 450 VA yang jumlahnya sekitar 24 juta pelanggan, akan digratiskan selama tiga bulan ke depan.

"Yaitu untuk bulan April, Mei, Juni 2020. Sedangkan untuk pelanggan 900 VA yang jumlahnya sekitar 7 juta pelanggan akan didiskon 50 persen. Artinya hanya membayar separuh saja untuk bulan April, Mei, Juni 2020.

Terbitkan PP PSBB, Jokowi: Polri Bisa Ambil Langkah Penegakan Hukum

Kemudian bantuan yang kelima, kata Jokowi, adalah antisipasi kebutuhan pokok. Pemerintah, menurutnya, mencadangkan Rp25 triliun untuk pemenuhan kebutuhan pokok serta operasi pasar dan logistik.

"Keenam, perihal keringanan pembayaran kredit. Bagi para pekerja informal, baik itu ojek online, sopir taksi, dan pelaku UMKM, nelayan, dengan penghasilan harian dengan kredit di bawah Rp10 miliar, OJK telah menerbitkan aturan mengenai hal tersebut dan dimulai berlaku bulan April ini. Telah ditetapkan prosedur pengajuannya tanpa harus datang ke bank atau perusahaan leasing, cukup melalui email atau media komunikasi digital seperti WA," paparnya.


0 Komentar