Jokowi Minta Menteri Siapkan Skenario Penyelamatan Ekonomi RI
Presiden Joko Widodo. (FOTO: Antara)

JAKARTA, HALUAN.CO - Presiden Joko Widodo meminta kepada jajarannya untuk menyiapkan skenario penyelamatan ekonomi Indonesia yang terdampak pandemi COVID-19. Jokowi yakin, perekonomian di Indonesia masih bisa diselamatkan. 

Mengapa ini penting: Pandemi COVID-19 berdampak negatif pada perekonomian dunia. Bahkan, lembaga internasional seperti IMF dan Bank Dunia sudah memprediksi ekonomi dunia akan mengalami resesi. Hal yang sama juga tentunya berdampak ke Indonesia.

"Hitung-hitungan terakhir yang saya terima, bisa tumbuh negatif. Ekonomi global bisa tumbuh negatif -2,8 persen. Artinya ketarik sampai ke -6 persen," kata Jokowi, saat membuka Rapat Sidang Paripurna, Selasa (14/4/2020).

Konteks: Pandemi COVID-19 yang melanda dunia, termasuk Indonesia, belum bisa diprediksi kapan akan berakhir. Sehingga segala skenario harus dilakukan untuk menyelamatkan perekonomian negara. Menteri Keuangan Sri Mulyani bahkan pernah mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam skenario terburuk masa darurat COVID-19 bisa minus 0,4 persen. Menteri BUMN Erick Tohir sudah mengantisipasi kondisi terburuk dolar sampai tembus Rp20 ribu.

Pengakuan Jokowi:

  • Perekonomian Indonesia akan merosot cukup dalam akibat pandemi COVID-19.
  • Target pembangunan dan pertumbuhan ekonomi 2020 akan terkoreksi cukup tajam.

"Tapi ini bukan hanya terjadi di negara kita, tetapi di negara-negara lain juga sama, mengalami hal yang sama. Hampir semua negara di dunia," ujar mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut.

Jangan pesimis: Presiden Jokowi meminta semua pihak untuk jangan pesimis dalam menghadapi COVID-19 yang telah ditetapkan sebagai bencana nasional ini. Semua upaya akan dilakukan untuk menyelamatkan ekonomi dan kesehatan masyarakat.

Ridwan Kamil Usul Perusahaan Diwajibkan Gelar Tes COVID-19 ke Karyawan

Dampak lanjutan: Jokowi juga mewaspadai dampak lanjutan wabah COVID-19 terhadap kondisi ekonomi di 2021. Untuk itu dia meminta dibuat perhitungan proyeksi tentang kondisi ekonomi tahun depan.

"Segalanya perlu dihitung dengan cermat, seperti potensi, peluang dan berbagai risiko yang ada, baik domestik maupun global," paparnya.


0 Komentar