Jokowi Tegaskan Napi Koruptor Tak Dibebaskan

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Presiden Joko Widodo dan Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan. (Foto: Biro Pers Setpres)

-

AA

+

Jokowi Tegaskan Napi Koruptor Tak Dibebaskan

Nasional | Jakarta

Senin, 06 April 2020 12:18 WIB


JAKARTA, HALUAN.CO - Presiden Joko Widodo menyetujui pembebasan bersyarat kepada narapidana tindak pidana umum, untuk mencegah penyebaranvirus corona (Covid-19) di dalam lembaga pemasyarakatan (Lapas). 

"Saya sudah menyetujui ini juga, agar ada juga pembebasan napi karena memang lapas kita yang over kapasitas, sehingga sangat berisiko untuk mempercepat penyebaran covid 19 di lapas-lapas kita," kata Jokowi saat membuka rapat terbatas tentang laporan Tim Gugus Tugas Covid-19, Senin (6/4/2020).

Jokowi menjelaskan, pembebasan napi tindak pidana umum itu memiliki syarat dan kriteria, dan juga pengawasan tertentu.

Sementara terhadap narapidana kasus korupsi, Jokowi memastikan, hal itu tidak pernah dibahas dalam rapat.

Oleh sebab itu, lanjut Jokowi, pemerintah tak akan merevisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 99 tahun 2012.

"Mengenai napi koruptor tidak pernah kita bicarakan dalam rapat-rapat kita. Jadi mengenai PP 99/2012 tidak ada, perlu saya sampaikan tidak ada revisi untuk ini. Jadi pembebasan untuk napi, hanya untuk napi pidana umum," tuturnya.

Dalam catatan ICW, bila revisi ini lolos maka 22 napi megakorupsi yang telah merugikan negara dipastikan lolos. Seperti mantan Ketua DPR Setya Novanto, bekas Menteri Agama Suryadharma Ali, pengacara kondang OC Kaligis hingga mantan Gubernur Papua Barnabas Suebu, bakal bebas.

Yasonna: Hanya Orang Tumpul Rasa Kemanusiaan yang Tak Terima Napi Dibebaskan

Mantan Gubernur DKI Jakarat itu menyebut, kebijakan pembebasan bersyarat terhadap napi tindak pidana umum, juga telah dilakukan sejumlah negara di dunia, di antaranya di Iran yang membebaskan 95 ribu napi dan di Brazil yang membebaskan 34 ribu napi.

Tujuannya untuk mengantisipasi penyebaran wabah. "Di negara-negara yang lainnya juga melakukan yang sama," tukasnya.


0 Komentar