Kabareskrim: Pelanggar Kebijakan Pemerintah soal COVID-19 Bakal Dihukum!
Polisi menertibkan pelanggar dalam penerapan PSBB di DKI Jakarta. (FOTO: Haluan.co/Fajar AM)

JAKARTA, HALUAN.CO - Kabareskrim Polri, Komjen Listyo Sigit Prabowo, menegaskan, Satgas V Gakkum Aman Nusa II akan menindak tegas kepada siapapun pihak yang melanggar kebijakan pemerintah selama status darurat bencana pandemi COVID-19. 

Mengapa ini penting: Aparat kepolisian mensinyalir kemunculan pihak-pihak yang akan memperkeruh dan memanfaatkan situasi darurat bencana akibat COVID-19. Kejahatan itu mulai dari yang bersifat konvensional seperti pencurian, penjarahan, perampokan, hingga kejahatan siber.

"Tim satgas terus beroperasi selama status darurat bencana wabah dan akan menegakkan hukum terhadap para pelanggar kebijakan pemerintah, baik yang terkait percepatan penanganan COVID-19 serta penetapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di sejumlah daerah," kata Komjen Sigit dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (17/4/2020).

Konteks:

  • Polri telah membentuk Satgas Aman Nusa II sebagai bagian dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di Indonesia. Satgas Aman Nusa II ini bekerja selama 30 hari ke depan.
  • Pembentukan satgas itu adalah kelanjutan dari surat telegram Kapolri bernomor ST/1100/IV/HUK.7.1./2020 sebagai langkah dukungan terhadap kebijakan pemerintah soal Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang ditandatangani oleh Kabareskrim Polri, Komjen Polisi Listyo Sigit Prabowo atas nama Kapolri dan diterbitkan pada Sabtu, 4 April 2020.

"Satgas V Gakkum merupakan bagian dari Satgas Aman Nusa II terdiri dari Sub Satgas Pidum, Sub Satgas Ekonomi, serta Sub Satgas Siber. Fokus utamanya yakni pencegahan, penanggulangan dan penegakan hukum," ujar Sigit.

Apa tugas Satgas Aman Nusa II:

  • Satgas Aman Nusa II mempunyai tugas masing-masing di antaranya Sub Satgas Pidum (Pidana Umum) bertugas menindak kejahatan konvensional seperti pencurian, penjarahan, perampokan, tindak pidana bencana alam, serta tindak pidana karantina kesehatan.
  • Lalu tugas Sub Satgas Ekonomi mengawasi dan menindak penimbunan bahan makanan dan alat kesehatan, menindak pelaku ekspor antiseptik, bahan baku masker, alat pelindung diri (APD) dan masker, serta penindakan terhadap obat atau alat kesehatan yang tidak sesuai standar/izin edar.
  • Selanjutnya tugas Sub Satgas Siber melakukan penindakan hoaks COVID-19, provokator terkait COVID-19 melalui media online, serta penindakan penjualan alat kesehatan melalui online.

Sudah mulai bekerja:

  • Satgas Aman Nusa II sudah melakukan kegiatan pengawasan, pencegahan dan penegakan hukum. Misalnya, Sub Satgas Pidum telah melakukan penegakan hukum dengan total kegiatan 124.195, terdiri dari 90.503 imbauan, 33.684 pembubaran massa, serta 51 penangkapan.
  • Polda Metro Jaya menangkap 38 orang, Polda Jawa Barat menangkap 10 orang dan Polda Jawa Tengah menangkap 3 orang.
  • Sub Satgas Siber juga terus mengawasi konten di internet serta mencegah penyebaran hoaks, ujaran kebencian dan kegiatan lainnya berkenaan dengan COVID-19 seperti patroli siber dengan jumlah kegiatan sebanyak 2.353 kegiatan dan 84 kali penangkapan.
  • Sub Satgas Ekonomi melakukan kegiatan dalam pencegahan dan percepatan penanganan COVID-19 dengan total kegiatan 13.395, terdiri dari 7.441 monitoring bahan pokok, 5.954 monitoring alat kesehatan, serta 16 penindakan.
PSBB di Jakarta Bakal Diperpanjang, Apakah Akan Efektif?

Pencegahan COVID-19:

  • Kabareskrim Polri juga menyoroti pencapaian beberapa polda yang telah menyelenggarakan kegiatan dalam menangani COVID-19 sejak 19 Maret hingga 15 April 2020, di antaranya Polda Metro Jaya 86.638 kegiatan, Polda Banten 19.893 kegiatan serta Polda Jawa Timur 7.082 kegiatan.
  • Satgas Aman Nusa II melakukan analisis dan evaluasi secara berkala termasuk cara bertindak yang disesuaikan dengan kondisi psikologis masyarakat.
  • Melakukan upaya pencegahan seperti kegiatan pengawalan dan pembatasan di beberapa titik masuk PSBB yang tersebar di sejumlah daerah untuk memutus rantai penularan COVID-19.

"Di Jakarta sebanyak 33 titik, Kota Bekasi 30 titik, Kabupaten Bekasi 20 titik, Depok 20 titik, Tangerang Kota 22 titik, Tangerang Selatan 21 titik, Bandara Soetta 1 titik, serta KP3 Tanjung Priok 1 titik," ungkap Sigit.


0 Komentar