Kak Seto: Jangan Didik Anak Pakai Kekerasan saat Belajar di Rumah
Psikolog anak, Seto Mulyadi. (FOTO: Antara)

JAKARTA, HALUAN.CO - Psikolog anak, Seto Mulyadi, mengajak para orang tua untuk menciptakan suasana rumah tanpa kekerasan dan tekanan untuk melindungi dan membuat anak betah di rumah. Terutama, di saat pandemi COVID-19 di mana anak diharuskan belajar dari rumah.

Mengapa ini penting: Saat ini, para orang tua harus menjadi guru karena anak diharuskan belajar di rumah selama pandemi COVID-19. Untuk itu, para orang tua perlu berkreasi dan saling berkomunikasi dengan guru untuk bisa mendukung anak senang dan maksimal belajar di rumah.

Konteks:

• Berdasarkan laporan Lembaga Perlindungan Anak Indonesia, banyak anak-anak mengalami stres dan tertekan dikarenakan cara orang tua yang tidak menyenangkan dalam mengajar dan menerangkan pelajaran sekolah atau terkesan memaksakan capaian kepada anak di rumah.

• Beberapa dari mereka kemudian merasa tertekan dan ingin segera kembali lagi ke sekolah bertemu dengan para gurunya yang menjelaskan pelajaran dengan lebih nyaman, tenang dan kreatif.

Orang tua harus paham target: Orang tua juga diharapkan memahami standar kompetensi lulusan yang menjadi target kurikulum pada setiap tingkatan pendidikan anak. Sehingga, hal itu bisa membantu dan mendampingi anak belajar dengan baik di rumah.

Pantau anak bermain ponsel: Pendampingan dan persahabatan dalam memantau anak bermain seluler penting dilakukan karena informasi-informasi yang beredar di dunia maya juga di antaranya mengandung konten negatif yang tidak layak dikonsumsi seperti kekerasan dan pornografi. Orang tua juga harus waspada terhadap predator seksual di media dalam jaringan yang mengancam anak.

Orang tua jangan merokok di rumah: Orang tua juga diminta untuk menghindari kegiatan merokok di dalam rumah karena berbahaya bagi anggota keluarga, terutama meracuni anak-anak dan balita.

"Paparan dari nikotin yang tersebar di berbagai peralatan rumah tangga ini juga akan berdampak sangat negatif terhadap kesehatan putra-putri tercinta. Jadi mohon berbagai lingkungan yang mengandung unsur kekerasan ini diwaspadai oleh kita semua para orang tua," kata pria yang akrab disapa Kak Seto, dalam konferensi video yang diadakan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di Kantor Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Sabtu (25/4/2020).

Di Tengah COVID-19, IDAI Ingatkan Para Orang Tua Tetap Perhatikan Imunisasi Anak

Harus gembira dan kreatif:

• Selama di rumah, orang tua dituntut untuk selalu gembira meskipun saat ini berada dalam ancaman pandemi COVID-19.

• Gembira merupakan perpaduan antara gerak, emosi cerdas, makanan yang sehat, selalu berdoa dan beribadah, istirahat yang teratur, ramah anak dan rukun, dan terus aktif berkarya.

"Dengan kekuatan kreativitas, kita hadapi COVID-19 ini tetap dengan semangat tinggi tetap dengan gembira," ujar Kak Seto.


0 Komentar