Kapal Pengangkut Tabung Gas Tenggelam di Perairan Tanjung Pandan Belitung
Ilustrasi kapal tenggelam. (Foto: Net)

PANGKAL PINANG - Kapal pengangkut tabung gas elpiji tiga kilogram tenggelam di Perairan Tanjung Pandan, Belitung, Selasa (17/12/2019) dini hari Penyebabnya diduga akibat kerusakan mesin.

Petugas Keselamatan Berlayar Penjagaan dan Patroli, Kantor Kesyahbandaraan dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Tanjung Pandan, Fadli mengatakan, kapal berangkat dari Belitung menuju Kota Pangkal Pinang, Bangka Belitung.

"Dugaan tenggelamnya, kebocoran dan kerusakan mesin kalau cuaca buruk posisinya masih berada di alur jadi tinggi gelombang paling masih 0,5 meter," ujar Fadli.

Untuk saat ini, sebut Fadli pihaknya sedang berkoordinasi untuk melakukan upaya evakuasi terhadap kapal tersebut dengan cara ditarik menuju pelabuhan Tanjung Pandan.

"Kami akan koordinasi dulu dengan pihak pemiliknya untuk bagaimana cara evakuasinya jangan sampai nanti kami tarik ke sini nanti tenggelam di alur jadi kacau," katanya.

Sementara nahkoda KM Putra Sentosa II, Effendy (35) di Tanjung Pandan, mengatakan kapalnya mengalami mati mesin ketika berlayar menuju pelabuhan Pangkal Balam sehingga pada pukul 17:00 WIB lego jangkar dan melakukan upaya perbaikan mesin.

Namun pada pukul 22.00 WIB lego jangkar larat atau bergeser sehingga air mulai masuk ke bagian dalam kapal.

"Mesin mati kami berusaha untuk menyalakannya tapi tidak hidup, kami lego jangkar agar aman namun larat terbawa ombak larat ke tepi batu karang," ujarnya.

Ia menambahkan, pada saat itu kondisi cuaca juga sedang dalam keadaan kurang baik yakni terjadinya hujan disertai angin kencang.

"Gelombangnya kuat, angin ribut, hujan, mesin macet, kami lempar jangkar, ada bantuan kapal tetapi tidak bisa merapat," katanya.