Kapolres Ngawi: Beladia Bukan Pemandu Lagu dan Bukan Korban Perkosaan
Kapolres Ngawi, AKBP Diky Ario Yustianto. (Foto: Ist)

NGAWI, HALUAN.CO - Kapolres Ngawi, AKBP Diky Ario Yustianto menyebutkan bahwa mayat perempuan yang ditemukan di kebun jagung di Desa Banjarbanggi, Kecamatan Pitu, Kabupaten Ngawi bukan pemandu lagu.

"Bukan pemandu lagu dan sudah kami telusuri. Kami luruskan kembali, korban hanya mengurus rumah tangga," jelas AKBP Diky Ario Yustianto, dikutip Jatimnow, Kamis (26/12/2019).

Meski kondisi mayat ditemukan dalam kondisi telanjang, tapi polisi memastikan Beladia Ulul Asmi, janda asal Kecamatan Paron itu bukan korban perkosaan.

Polisi tidak menemukan adanya tanda-tanda pemerkosaan atau persetubuhan. Berdasarkan hasil autopsi, tidak ada bekas sperma meski korban saat ditemukan dengan posisi telanjang bulat.

"Berdasarkan hasil autopsi tidak ada pemerkosaan atau persetubuhan," ungkap Kapolres Ngawi itu.

Untuk dugaan sementara, Beladia menjadi korban perampokan saat mau pulang ke rumahnya di Kecamatan Paron.

Ia diduga dirampok oleh orang tidak dikenal karena motor dan harta hilang di lokasi ditemukannya korban.

"Handphone dan motor korban tidak ada di lokasi penemuan jenazah. Jadi kasusnya mengarah ke perampokan," terang lulusan AKPOL 1999 ini.

Diduga, pelaku perampokan dilakukan oleh satu pelaku. "Mohon doanya agar segera bisa terungkap," pungkasnya.

Korban yang belakang diketahui bernama Beladia itu ditemukan tewas telanjang tepat di Petak 51 Resort Pemangku Hutan (RPH) Sidowayah, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Kedunggalar, Ngawi.

Saat ditemukan, korban hanya mengenaka bra atau BH yang tertarik ke atas tidak menutupi payudara. Serta sebuah celana dalam yang tersangkut di ujung kaki.

Ada beberapa luka bekas penganiayaan pada tubuh korban, di antaranya luka pada kepala, mata kiri dan bekas cekikan pada leher korban.