Kasus Investasi Bodong, Eka Deli Akui Terima Reward Berupa Mobil Fortuner
Eka Deli sedang menjalani pemeriksaan di Polda Jatim. (Foto: Ist)

SURABAYA, HALUAN.CO - Setelah menjalani pemeriksaan sekitar 11 jam sebagai saksi investasi bodong beromset Rp750 miliar, di Direktorat Reserse Kriminal Polda Jawa Timur, Senin (13/1/2020), penyanyi Eka Deli mengakui menerima mobil.

Dia tiba di gedung Polda Jatim sekitar pukul 09.00 Wib dan baru keluar dari ruang penyidik Ditreskrimsus sekitar pukul 20.00 Wib.

Eka Deli dicecar sekitar 59 pertanyaan oleh penyidik terkait kasus perkara dugaan investasi bodong beromzet Rp 750 Miliar dari PT Kam and Kam melalui akun MeMiles.

Kepada penyidik, pelantun lagu-lagu rohani itu mengakui telah menerima reward dari bisnis tersebut berupa satu unit mobil Fortuner yang miliknya dan mobil tersebut sudah diserahkan ke penyidik.

Kepada wartawan, Eka mengakui datang untuk memenuhi panggilan penyidik sebagai saksi perkara tersebut.

"Saya datang ke sini sebagai saksi, menghadiri sebagai bukti bahwa saya adalah warga negara bertanggungjawab," katanya Eka Deli.

Ia mengatakan, sudah membeberkan ke penyidik apa perannya di investasi dari PT Kam and Kam tersebut.

"Saya sebagai saksi di tempat ini, dan saya sudah menjelaskan sedetail-detailnya. Bahwa, memang keterlibatan saya di sini memang diundang hanya sebagai penyanyi secara profesional. Kemudian dimintai tolong menjadi perantara untuk mencari artis untuk acara MeMiles," ujarnya.

Sebanyak 59 pertanyaan diajukan penyidik ke penyanyi ini. "Ada 59. Banyak yo. Semua masih terkait masalah MeMiles," katanya.

Eka menegaskan kembali, dirinya hanya menjadi perantara mencari artis untuk mengisi berbagai kegiatan di MeMiles.

"Saya diminta untuk menjadi perantara untuk menghubungi artis setiap acara dan ditunjuk dan dikasih tahu MeMiles untuk waktunya," terangnya.

BACA JUGA: Sejumlah Artis Diduga Terlibat Investasi Bodong Beromzet Rp750 Miliar

Ia mengakui, telah mengembalikan mobil Fortuner hasil dari reward bisnis MeMiles ke penyidik. Sedangkan reward berupa perhiasan, dirinya menegaskan tidak ada sama sekali.

"Reward sebagai member. Saya sebagai warga negara yang baik, begitu tahu terkait masalah saya mengembalikannya. Cuma Fortuner," terangnya.

"Saya mengucapkan terima kasih banget untuk Tuhan memberikan pelajaran untuk saya. Untuk Polda Jatim terima kasih banyak sudah profesional, sudah sangat bersahabat dalam memintai keterangan," tandasnya seperti dilansir Jatimnow.