Kasus Kecelakaan karena Mabuk Terus Berulang, Polisi Diminta Ambil Tindakan

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Ilustrasi pengendara kendaraan dalam keadaan mabuk (FOTO: Istimewa)

-

AA

+

Kasus Kecelakaan karena Mabuk Terus Berulang, Polisi Diminta Ambil Tindakan

Nasional | Jakarta

Minggu, 29 Desember 2019 23:13 WIB


JAKARTA, HALUAN.CO - Wakil Ketua Komisi III DPR RI yang salah satunya membawahi masalah hukum, Ahmad Sahroni, menyoroti beberapa kasus kecelakaan yang terjadi disebabkan oleh pengendara mabuk. Bahkan, menurutnya, kasus itu masih terus terjadi sampai saat ini. 

Dia pun meminta kepada Polda Metro Jaya untuk segera mengambil berbagai tindakan pencegahan secara tegas agar insiden yang sama tidak terulang kembali.

"Seperti yang kita ketahui, kejadian seperti ini sudah terulang berkali-kali, dan sebenarnya pencegahannya sangat mudah. Karenanya, saya mendorong Kapolda Metro Jaya untuk segera mengambil tindakan tegas dan melakukan tindakan pencegahan agar hal ini tidak kembali terjadi," kata Sahroni dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu (29/12/2019).

Menurut Sahroni, ada banyak cara yang bisa dilakukan Polda Metro Jaya untuk mengantisipasi terulangnya kejadian serupa. Pertama menurutnya, pihak kepolisian perlu menerjunkan lebih banyak personel di titik-titik yang rawan dilewati orang mabuk.

Dia mencontohkan seperti di daerah Senopati atau Gunawarman. Di lokasi seperti itu, lanjut dia, polisi perlu mengawasi orang-orang yang baru keluar dari klub-klub malam.

"Jika mereka mabuk, maka tidak boleh menyetir," ujarnya.

Kemudian yang kedua, menurut dia, Polda Metro Jaya juga bisa bekerja sama dengan pihak pengelola kafe maupun klub malam agar memastikan pengunjungnya tidak menyetir ketika sedang mabuk atau hilang kesadaran.

Dia juga meminta polisi untuk bekerja sama dengan pihak pengamanan di klub-klub malam maupun kafe yang ada di Senopati atau Gunawarman agar lebih ketat mengawasi pengunjungnya.

"Bilamana ketika keluar dari klub atau kafe yang bersangkutan mabuk, maka pihak pengelola bisa segera melarang si pengunjung agar tidak mengemudikan kendaraan apapun," katanya.

Pengemudi Ojek Online Tewas Tertimpa Reklame Roboh di Cengkareng

Sahroni melanjutkan, pencegahan juga bisa dilakukan dengan razia menggunakan breathalyzer atau alat pengukur kandungan alkohol dalam darah.

Melalui tes itu, kata dia, polisi dapat mengetahui jika seseorang berada di bawah pengaruh alkohol maupun tidak untuk menghindari orang yang mabuk mengendarai kendaraan.

Seperti diketahui, sebelumnya terjadi kecelakaan berupa mobil BMW menabrak Apotek Senopati yang terletak di Jalan Senopati, Jakarta Selatan. Kecelakaan itu terjadi karena pengemudi berada di bawah pengaruh alkohol atau obat-obatan

Kasus serupa juga terjadi pada mobil Toyota Avanza yajg menabrak tujuh orang pesepeda di Jalan Sudirman. Dari hasil tes menunjukkan bahwa sang pengemudi yang merupakan PNS yang bertugas di Polres Jakarta Selatan itu positif mengonsumsi narkoba.


0 Komentar