Kasus Perumahan Fiktif Syariah, Ustaz Yusuf Mansur Siap Penuhi Panggilan Polisi
Ustaz Yusuf Mansur. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, HALUAN.CO - Ustaz Yusuf Mansur menyatakan siap memenuhi panggilan polisi terkait kasus perumahan fiktif berkedok syariah di Kalanganyar, Sedati, Sidoarjo, Jawa Timur.

Dia mengaku telah menerima pemberitahuan untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi oleh Polrestabes Surabaya.

"Saya sudah dikontak kawan-kawan Polrestabes Surabaya. Siap hadir, siap banget," tulis Ustaz Yusuf Mansur dalam pernyataan tertulisnya yang menyebar di media massa, Selasa (7/1/2019).

Dia membatah terlibat dalam kasus perumahan fiktif berkedok syariah yang dibongkar Unit Harta dan Benda (Harda) Satreskrim Polrestabes Surabaya itu.

"Saya tidak ada keterlibatan apa-apa. Nama saya dan DQ, dicatut secara tidak jelas. Dulu katanya mau wakaf. Sempet ketemuan, ketemuan biasa aja. Alhamdulillaah. Tidak ada kerjasama apa-apa dan tidak pernah ada ceramah motivasi di sana. Tidak ada juga aliran dana apa-apa," tegas Yusuf Mansur.

Hal tersebut kata Yusuf Mansur, sudah pernah disampaikannya kepada pihak Polrestabes Surabaya.

"Saya sudah sampaikan ke kawan-kawan kepolisian, seperti biasa saya akan hadir jika dibutuhkan keterangan dari saya," jelasnya.

Munculnya kasus berkedok syariah itu menurut dia, akan mencederai gerakan ekonomi syariah yang lagi bagus-bagusnya. Ke depan dia berharap semuanya lebih hati-hati.

"Soal di BAP, itu kewajiban buat datang. Sekalian ibadah juga. Ibadah silaturahim. Sekalian ceramah Zuhur, hehehe. Biasanya begitu. Kalo ga salah mah, enjoy aja diperiksa. Kalau salah, baru gemeter. Bahkan biasanya sekalian tausiah di masjid deket-deket kantor kepolisian lokasi BAP. Suka nengokin tahanan-tahanan. Ngasih motivasi juga," tutupnya.

Sementara itu Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Sandi Nugroho mengatakan pemanggilan terhadap Ustaz Yusuf Mansur itu untuk kepentingan penyidikan.

Sebab, saat memperkenalkan Multazam Islamic Residence ke masyarakat, pihak pengelola sempat mengundang Ustad Yusuf Mansur sebagai motivator.

Selain itu, dalam brosur pemasaran yang diamankan polisi, juga menampilkan foto Ustaz Yusuf Mansur.

"Dari hasil pemeriksaan pada saat ekspos tahun 2016 lalu, pihak pengelola sempat mengundang Ustaz Yusuf Mansur sebagai motivator. Yang bersangkutan menyatakan, bahwa Multazam itu bagian dari kelompok bisnis yang akan berkembang di Surabaya," jelas Sandi kepada wartawan, Senin (6/1/2020).

Kasus penipuan perumahan fiktif berkedok syariah itu dibongkar Unit Harta dan Benda (Harda) Polrestabes Surabaya yang dipimpin Kanit Iptu Giadi Nugraha.

Sedikitnya ada 32 orang lebih yang menjadi korban dengan kerugian mencapai ratusan miliaran rupiah.

Perumahan tersebut diketahui adalah Multazam Islamic Residence, yang dikelola oleh PT Cahaya Mentari Pratama. Polisi telah menahan satu pelaku yakni berinisial MS selaku Direktur Utama atau pihak pengelola.