Kasus Positif COVID-19 Meluas ke 257 Kabupaten/Kota dengan Total 7.135 Kasus
Juru Bicara Pemerintah untuk COVID-19 Achmad Yurianto (Foto: BNPB)

JAKARTA, HALUAN.CO - Pemerintah Indonesia melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 kembali mengungkapkan bahwa jumlah pasien sembuh COVID-19 kembali meningkat menjadi 842 setelah ada penambahan sebanyak 95 orang. 

Mengapa ini penting: Jumlah tersebut semakin melampaui angka kematian pasien per hari ini Senin (20/4/2020) sebanyak 616 orang setelah ada penambahan 26 orang.

Konteks:

⦁ Adanya peningkatan kasus sembuh yang siginifikan tersebut sekaligus menjadi gambaran bahwa COVID-19 bisa dilawan dan dicegah.

⦁ Pemerintah mendorong masyarakat agar upaya pemutusan rantai penularan virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 dapat terus dilakukan dengan baik.

Apa katanya: "Jika kita perhatikan sebaran pasien sembuh, di DKI sudah ada 286 orang dinyatakan sembuh. Tentunya dengan krtieria klinis, membaik, tidak ada keluhan serta pemeriksaan laboratioriun sudah dinyatakan dua kali pemeriksaan negatif," ungkap Juru Bicara Pemerintah untuk COVID-19 Achmad Yurianto di Jakarta, Selasa (21/4/2020).

Sebaran pasien sembuh: Provinsi DKI Jakarta masih menjadi wilayah dengan sebaran pasien sembuh terbanyak yakni 286, disusul Jawa Timur sebanyak 100, Jawa Barat 75, Sulawesi Selatan 73, Jawa Tengah 51, Bali 42 dan wilayah lain di Indonesia sehingga total mencapai 842 pasien.

Pasien dikatakan sembuh tersebut adalah berdasarkan hasil uji laboratorium selama dua kali dan ketika pasien tidak ada lagi keluhan klinis.

Data COVID-19 hari ini:

⦁ Ada tambahan kasus positif sebanyak 375 orang hingga total menjadi 7.135 kasus.

⦁ Jumlah pasien sembuh 842 orang setelah ada penambahan sebanyak 95 orang.

⦁ Jumlah pasien yang meninggal sebanyak 616 orang, setelah ada penambahan 26 orang.

BPPT Segera Produksi Tes COVID-19

Uji spesimen : Data penambahan total kasus positif 7.15 kasus yang dicatat tersebut diambil dari hasil uji spesimen sebanyak 50.370 yang dilakukan menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) di 37 laboratorium. Sebanyak 46.173 kasus spesimen yang diperiksa didapatkan data 7.135 positif dan 39.038 negatif.

Sebaran PDP dan ODP: Untuk jumlah orang dalam pemantauan (ODP) menjadi 186.330 orang dan pasien dalam pengawasan (PDP) menjadi 16.763 orang. Data tersebut diambil dari 34 provinsi dan 257 kabupaten/kota. Angka tersebut sekaligus menunjukkan bahwa kasus COVID-19 semakin meluas dari hari sebelumnya.

Sebaran postif COVID-19:

Provinsi Aceh tujuh kasus, Bali 150 kasus, Banten 341 kasus, Bangka Belitung delapan kasus, Bengkulu delapan kasus, Yogyakarta 72 kasus, DKI Jakarta 3.260 kasus.

Jambi 13 kasus, Jawa Barat 756 kasus, Jawa Tengah 449 kasus, Jawa Timur 603 kasus, Kalimantan Barat 27 kasus, Kalimantan Timur 68 kasus, Kalimantan Tengah 67 kasus, Kalimantan Selatan 98 kasus, dan Kalimantan Utara 77 kasus.

Kemudian di Kepulauan Riau 81 kasus, Nusa Tenggara Barat 93 kasus, Sumatera Selatan 89 kasus, Sumatera Barat 76 kasus, Sulawesi Utara 20 kasus, Sumatera Utara 84 kasus, dan Sulawesi Tenggara 37 kasus.

Sulawesi Selatan 374 kasus, Sulawesi Tengah 27 kasus, Lampung 27 kasus, Riau 35 kasus, Maluku Utara empat kasus, Maluku 17 kasus, Papua Barat tujuh kasus, Papua 118 kasus, Sulawesi Barat tujuh kasus, Nusa Tenggara Timur satu kasus, Gorontalo tujuh kasus dan dalam proses verifikasi lapangan 27 kasus.

Bagaimana selanjutnya: "Seluruh provinsi telah terdampak. Kabupaten/Kota yang terdampak meningkat menjadi 257," jelas Achmad Yurianto.


0 Komentar