Kata Ahli, Puasa Bisa Tingkatkan Imunitas Tubuh untuk Hadapi COVID-19
Tim Hisab Rukyat Kantor Wilayah (Kanwil) Agama Provinsi DKI Jakarta memantau hilal awal Ramadhan 1441 H di lantai 7 Gedung Kanwil Agama DKI Jakarta, Jatinegara, Jakarta. (FOTO: Haluan.co/Fajar AM)

YOGYAKARTA, HALUAN.CO - Ahli gizi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, R Dwi Budiningsari, mengatakan, menjalankan ibadah puasa mampu meningkatkan sistem kekebalan atau imunitas tubuh di tengah pandemi COVID-19.

Mengapa ini penting: Imunitas tubuh sangat dibutuhkan di tengah pandemi COVID-19 saat ini. Sejumlah kalangan sebelumnya khawatir bahwa imunitas orang yang berpuasa bisa turun sehingga membuatnya rentan terpapar COVID-19.

"Sejumlah penelitian menyebutkan berpuasa dapat meningkatkan imunitas. Sebaliknya, belum ada studi yang menyatakan berpuasa berisiko meningkatkan infeksi COVID-19," kata Dwi dalam keterangan tertulisnya di Yogyakarta, Jumat (24/4/2020).

Konteks: Umat Islam menjalankan ibadah puasa Ramadan tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya, Ramadan kali ini bersamaan dengan adanya pandemi COVID-19 yang tengah melanda seluruh negara-negara di dunia, termasuk Indonesia.

Berpuasa dapat memperbaiki jaringan sel:

• Berpuasa yang benar dapat memperbaiki jaringan-jaringan sel yang rusak. Dengan berpuasa selama 30 hari bisa merangsang produksi sel-sel darah putih baru.

• Hal itu yang kemudian mampu mendasari regenerasi seluruh sistem kekebalan tubuh.

• Kondisi dengan sistem kekebalan yang telah diregenerasi akan semakin memperkuat tubuh dalam menangkal berbagai infeksi bakteri maupun virus dan penyakit lainnya.

Asupan gizi sangat berpengaruh:

• Kekebalan tubuh sangat dipengaruhi oleh kualitas dan kuantitas asupan gizi.

• Orang yang mengalami kekurangan gizi akan sangat rentan terhadap infeksi COVID-19.

• Sementara orang yang bergizi baik, dengan kebutuhan energinya telah tercukupi berpotensi besar memiliki kemampuan untuk memusnahkan virus corona jenis baru itu.

Tiga fungsi asupan gizi:

• Pertama, menjadi sumber energi sebagai prioritas utama yang digunakan oleh tubuh.

• Kedua, fungsi regulasi yaitu mengatur agar tubuh sehat dan bugar, termasuk fungsi kekebalan tubuh.

• Ketiga, fungsi pertumbuhan yang merupakan prioritas terakhir yang akan berlangsung apabila fungsi pertama dan kedua telah terpenuhi.

Kenali 6 Fakta & Mitos Penyakit Asam Lambung!

Membantu detoksifikasi:

• Tak hanya meningkatkan imunitas, berpuasa, juga dapat membantu detoksifikasi atau mengeluarkan berbagai racun yang tersimpan dalam tubuh. Misalnya zat-zat adiktif aditif dalam makanan seperti pengawet dan pewarna makanan.

• Puasa juga dapat mengurangi massa lemak tubuh berlebih yang dapat merusak keseimbangan sistem kekebalan tubuh manusia. Pasalnya, lemak yang berlebih akan memicu produksi sel yang menyebabkan peradangan organ tubuh sehingga memicu munculnya penyakit pembuluh darah dan masalah kesehatan lainnya.

"Kalau yang kelebihan lemak bisa menurunkan berat badan maka bisa memperbaiki imunitasnya," ujar Dwi.


0 Komentar