Kawanan Kera Bukit Batu Seribu Jarah Bahan Pangan Warga Bulu
Ilustrasi (Foto: Ist)

SUKOHARJO, HALUAN.CO - Warga Desa Gentan, Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah merasa resah dengan kawanan kera yang turun dari Bukit Seribu yang tidak begitu jauh dari desa tersebut.

Karena gerombolan kera itu tidak saja "memanen" hasil perkebunan warga tapi bahkan menjarah bahan pangan yang ada di rumah warga.

Kawanan kera liar itu sudah cukup lama turun dari bukit, yaitu sejak musim kemarau tahun 2019 lalu. Diduga karena faktor belum tersedianya bahan pangan alam di atas bukit.

“Meski sudah musim hujan tapi kawanan kera liar masih turun bukit dan menjarah pangan warga," ungkap Sukidi, warga Sungsan, Desa Gentan, Kecamatan Bulu, seperti dilansir Krjogja, Selasa (11/2/2020).

Kawanan kera liar sering terlihat saat siang hingga sore hari. Kera turun dari atas bukit Batu Seribu, Bulu dalam jumlah yang banyak dan langsung menjarah bahan pangan milik warga.

Bahkan kera liar juga mengambil hasil perkebunan milik warga seperti singkong, kacang dan pisang.

“Kawanan kera ini mencabut tanaman singkong dan pisang di kebun milik warga. Bahkan bahan pangan yang ada di rumah warga juga diambil,” ujarnya.

Meski sudah musim hujan tapi kawanan kera liar masih turun bukit dan menjarah pangan warga.

"Mungkin di atas bukit sana kebutuhan pangan alam seperti buah belum banyak. Di sisi lain populasi kera justru bertambah banyak atau tidak sebanding,” lanjutnya.

Sukidi mengatakan, warga sudah melaporkan kejadian tersebut kepada pihak pemerintah desa dan diteruskan ke kecamatan.

Namun penanganan belum bisa tuntas dilakukan mengingat kawanan kera liar yang ditangani jumlahnya sangat banyak.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo Sri Maryanto mengaku sudah mendengar keluhan warga. Kawanan kera liar memang masih terlihat turun bukit dan menjarah bahan pangan warga di kebun.

Serangan tersebut diduga karena faktor kebutuhan pangan alam pohon buah di atas bukit belum semuanya berbuah. Selain itu kondisi sekarang tidak sebanding antara stok pangan buah dengan banyaknya populasi kera liar.

“Habitat alam kera liar itu memang di atas bukit dan mereka turun mencari makan. Karena di bawah bukit merupakan perkampungan warga maka kawanan kera liar itu menjarah hasil kebun seperti singkong, pisang, kacang dan lainnya,” ujarnya.