Kecam Jubir Corona, dr.Tirta: Tak Pantas Benturkan Penyakit dengan Status Sosial
DokterTirta Hudhi. (Foto: Instagram)

JAKARTA, HALUAN.CO – Dokter muda yang menjadi relawan corona, Tirta Hudhi mengecam juru bicara pemerintah dalam penanganan Covid-19, Achmad Yurianto terkait pernyataannya dalam konfrensi pers di BNPB, Jumat (27/3/2020).

Saat itu, Yuri mengeluarkan statement bahwa dalam kondisi sekarang, yang kaya diharapkan bisa membantu yang miskin agar bisa hidup wajar dan yang miskin agar melindungi yang kaya agar tidak menularkan penyakitnya.

Menurutnya, jubir tak pantas membenturkan penyakit dengan status sosial di masyarakat. Pernyataan itu seperti blunder yang sangat mengecewakan dan kontroversial.

Dokter Tirta dalam cuplikan videonya di akun twitternya juga secara blak-blakan mengatakan, menteri-menteri di bawah Presiden Jokowi memiliki koordinasi buruk dalam penanganan corona. Terutama Menteri Kesehatan dan jubir corona.

“Pak Menkes dan Pak Jubir, asalkan kalian tahu bapak-bapak, bahwa kami ini tenaga medis berjuang di depan, mempertaruhkan nyawa pak. Banyak teman-teman saya itu sudah meninggal, banyak guru-guru sudah meninggal. Ratusan teman saya dirawat. Asal tau, omongan itu dipikir. jangan keluarkan statement yang menimbulkan perdebatan di masyarakat,” katanya emosi.

Dokter Tirta juga menekankan, dirinya sudah capek, tapi lebih capek lagi teman-teman tenaga medis yang di IGD. Menkes dan jubir dalam setiap pernyataannya membawa nama pemerintah Indonesia. Karena itu, kalau mengeluarkan statement yang salah, maka kerja keras para dokter dan tenaga medis seperti tidak ada harganya.

Selain itu, Tirta juga mendesak Presiden Joko Widodo untuk melakukan karantina wilayah karena kondisi Indonesia yang semakin darurat. Menurutnya, virus itu dibawa oleh orang -orang ke semua kota di Indonesia dari Jakarta. Karena itu, sudah segera harus dilakukan tindakan represif yang harus dilakukan

“Tagar karantina wilayah harus viral sampai trending entah sampai kapan pun. Gak peduli saya soal ekonomi atau gimana. Ini udah nyerang Indonesia, bos,” katanya.

Blunder Jubir Corona Menuai Kecaman Warganet

Ia minta Jokowi mengundang sejumlah pakar ekonomi di Indonesia untuk mengevaluasi kemungkinan terburuk yang akan dialami masyarakat Indonesia jika diberlakukan karantina wilayah. Dengan demikian, Presiden bisa segera membuat keputusan menggunakan dana dari APBN. Jika tidak segera dilakukan, maka akan segera menyebar ke seluruh provinsi di Indonesia.

“Asal Anda tau Pak Joko Widodo, dan menteri-menteri yang duduk di istana dan anggota DPR yang duduk di kursi paripurna. Asal kalian tahu, saat kalian duduk di singgasana kalian sendiri, setiap hari satu dokter meninggal dan satu tenaga medis setiap hari meninggal dan relawan banyak yang terpapar,” ujarnya.

Relawan bekerja keras dan tak peduli bayaran. Hanya ingin Negara ini sembuh. Edukasi ‘di rumah aja’ tidak akan efektif jika pemerintah tidak melakukan tindakan represif, katanya.


0 Komentar