Keguguran, Ratu Keraton Agung Sejagat Masih Dalam Masa Nifas

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Fanni Aminadia, 'Ratu' Keraton Agung Sejagat. (Foto: Facebook)

-

AA

+

Keguguran, Ratu Keraton Agung Sejagat Masih Dalam Masa Nifas

Regional | Jakarta

Selasa, 21 Januari 2020 19:51 WIB


JAKARTA, HALUAN.CO - Raja Keraton Agung Sejagat, Totok Santoso mengaku bersalah dan meminta maaf telah memmbuat keonaran. Totok juga mengakui bahwa janji yang ia berikan untuk pengikutnya, hanyalah fiktif belaka.

Pada momen penyampaian permohonan maaf tersebut, sang Ratu sejagat tidak menampakkan batang hidungnya. Fanni dikabarkan masih syok dan terpukul menghadapi proses hukum di kepolisian.

Menurut kuasa hukum Fanni, Mohamad Sofyan, wanita berusia 41 tahun tersebut menangis setiap hari di dalam tahanan. Fanni mengaku selalu teringat kedua anaknya yang kini tinggal di rumah salah satu kerabat.

"Tiap hari menangis, di tahanan maupun saat pemeriksaan. Bagaimana pun dia adalah seorang ibu, pasti kepikiran anak-anaknya," kata Sofyan dilansir CNN Indonesia pada Selasa, 21 Januari 2020.

Lebih lanjut, Sofyan menyebut bahwa kuburan janin yang dipindahkan di Sleman, merupakan janin dari rahim Fanni. Rupanya, sang Ratu mengalami keguguran pada Desember 2019 lalu.

"Masih dalam kondisi Nifas. Jadi bercampur aduk rasa psikisnya," lanjut Sofyan.

Sebelumnya, Totok telah meminta maaf kepada masyarakat. Ia juga mewakilkan Fanni yang tak dapat hadir.

Istri Pangeran Charles Cuek Pangeran Harry dan Meghan Markle Mundur

"Saya mohon maaf dimana Keraton Agung Sejagat itu fiktif. Yang kedua, janji kepada pengikut saya juga fiktif, selanjutnya telah membuat resah masyarakat pada umumnya dan warga Purworejo pada khususnya. Ini juga permintaan maaf berdua, dengan Fanni, saya mewakili juga," kata Totok di Mapolda Jateng pada Selasa 21 Januari 2020.

Seperti diketahui Totok dan Fanni diduga telah melanggar pasal 14 UU No 1 tahun 1946 tentang penyebaran berita bohong berakibat membuat onar di kalangan rakyat dan pasal 378 KUHP tentang penipuan.

Penulis: Rina Atmasari


0 Komentar