Keluarga Pastikan Glenn Fredly Meninggal karena Penyakit Meningitis, bukan Terpapar Covid-19

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Postingan terakhir almarhum Glenn Fredly yang memiliki nama lengkap Glenn Fredly Deviano Latuihamallo (Foto: Instagram)

JAKARTA, HALUAN.CO - Musisi Glenn Fredly yang meninggal pada Rabu (8/4/2020) dinyatakan pihak keluarga disebabkan penyakit meningitis atau radang selaput otak, bukan karena virus Corona (Covid-19). Glenn menghembuskan nafas terakhirnya usai menjalani rawat inap selama satu bulan terakhir.

Mengapa hal ini penting: Musisi atau penyanyi Glenn Fredly meninggal mendadak pada Rabu (8/4/2020) sore ditengah wabah pandemi virus Corona (Covid-19). Sebab, ada pesohor maupun artis yang terpapar Corona, sehingga dihubungkan kematiannya terkait Covid-19. Namun, hal ini dibantah secara tegas oleh pihak keluarga, yang menyatakan Glenn Fredly meninggal karena penyakit Meningitis atau Selaput Radang Otak.

"Kami, pihak keluarga, menyampaikan kabar duka yang mendalam atas berpulangnya putra, saudara, kerabat, teman, dan sahabat bagi semua, Glenn Fredly yang bernama lengkap Glenn Fredly Deviano Latuihamallo pada Rabu, 8 April 2020, pukul 18.47 dalam usia 44 tahun di Rumah Sakit Setia Mitra, Cilandak, Jakarta Selatan akibat meningitis," tulis keterangan resmi pihak keluarga tertanda Mozes Latuihamalo, Kamis (9/4/2020).

Kronologis meninggalnya: Pihak keluarga menjelaskan kronologi kondisi terakhir kesehatan Glenn. Glenn dikatakan sempat mengeluhkan meningitis beberapa waktu lalu namun masih mampu beraktivitas seperti biasa.

  • Satu bulan terakhir Glenn memutuskan menjalani rawat inap usai merasa tidak nyaman atas penyakitnya.
  • Kondisi Glenn dikatakan sempat turun selama tiga hari terakhir namun masih bisa berinteraksi sampai akhirnya meninggal pada 8 April.
Kabar Duka, Glenn Fredly Meninggal Dunia

Dilarang melayat: Pihak keluarga meminta pelayat tidak menghadiri prosesi pemakaman Glenn. Hal ini berkaitan dengan situasi dalam negeri yang lagi dilanda wabah virus corona (Covid-19).

"Kami berharap agar para pelayat tidak hadir dalam prosesi pemakaman dikarenakan situasi dan kondisi yang tidak memungkinkan saat ini. Doa rekan-rekan sekalian di mana pun berada sudah lebih dari cukup untuk menguatkan kami dalam rasa duka ini," tulis keluarga.

Musisi romantis: Glenn yang lahir pada 30 September 1975 merupakan musisi romantis Indonesia yang menghasilkan beberapa hit. Pada 2019 Glenn menikahi Mutia Ayu, dikaruniai seorang anak bernama Gewa Atlanta Syamayim Latuihamall. Sebelumnya Glenn menikah dengan artis Sandra Dewi, namun tidak dikarunia anak

  • Hit yang telah dihasilkan dan melambungkan namanya seperti Cukup Sudah, Januari, You Are My Everything, sampai Malaikat Juga Tahu.

Penyakit meningitis: Musisi Glenn Fredly yang meninggal pada Rabu (8/4/2020) dinyatakan pihak keluarga disebabkan penyakit meningitis atau radang selaput otak, bukan karena virus Corona (Covid-19). Apa itu meningitis atau radang selaput otak?

  • Meningitis adalah kondisi serius yang menyebabkan lapisan di sekitar otak dan sumsum tulang belakang mengalami peradangan.
  • Anak-anak, remaja, dan usia muda memiliki resiko yang paling besar, meskipun kondisi ini juga dapat menimpa orang dewasa, terutama mereka dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Jenis meningitis: Penyebab utama meningitis adalah infeksi, baik itu yang disebabkan oleh virus atau bakteri. Karena radang ini disebabkan oleh virus dan bakteri, kondisi ini sangat menular dan dapat berpindah dengan mudah melalui hubungan langsung, bersin, dan batuk.

  • Meningitis karena virus merupakan jenis yang paling umum terjadi dan tidak begitu serius. Komplikasi seperti demam tinggi dan kejang-kejang hanya terjadi pada sebagian kecil kasus dan cukup jarang.
  • Meningitis karena bakteri, lebih jarang terjadi namun lebih serius. Jika tidak segera ditangani, radang jenis ini dapat menyebabkan kerusakan otak bahkan kematian.
Selamat Jalan Glenn Fredly

Gejala utama: Gejala utama meningitis yang paling umum terjadi meliputi: leher kaku, nyeri pada leher yang menjadi lebih buruk ketika sampai pada bagian dagu hingga dada, demam, muntah-muntah, sakit kepala, kejang-kejang, asa kantuk yang amat sangat atau sulit untuk tetap terjaga.

Pada bayi, gejala yang muncul meliputi: gatal-gatal, tangisan yang tidak ada hentinya, mudah terkena penyakit, ilang selera makan, sulit bernapas, batuk-batuk.

Jenis pengobatan: Terdapat beberapa pengobatan untuk meningitis, tergantung dari jenis penyakitnya.

  • Meningitis yang disebabkan oleh bakteri bisa ditangani oleh penggunaan antibiotik dan pengobatan steroid yang disebut deksametason. Kondisi ini perlu penanganan rumah sakit, sehingga dokter dapat lebih mudah untuk mengawasi kondisi perkembangan gejala yang terjadi, seperti kejang-kejang, hilangnya pendengaran atau tanda kerusakan otak.
  • Meningitis yang disebabkan oleh virus dapat diobati tanpa harus ke rumah sakit, dengan pengobatan untuk meredakan nyeri dan menurunkan panas demam. Pasien mungkin akan mengalami gejala selama kurang lebih dua minggu sebelum pengobatan tersebut selesai mengatasi penyebab penyakit. Para pasien juga disarankan untuk meminum banyak cairan agar tubuh mereka dapat membuang virus lebih cepat.
  • Metode pengobatan lain untuk meredakan gejala parah yang dialami pasien seperti kesulitan bernapas, maka terapi oksigen dapat diberikan. Untuk mencegah kekurangan cairan tubuh (dehidrasi), pasien juga akan diberikan cairan melalui infus.
  • Pada kebanyakan kasus, para pasien dewasa memerlukan pemulihan total tanpa perawatan tambahan. Namun, beberapa komplikasi mungkin muncul pada beberapa kasus, dimana pasien memiliki penyakit atau gangguan kesehatan lainnya. Pasien seperti ini disarankan untuk kembali menemui dokter untuk menjalani pemeriksaan untuk mencegah meningitis kembali kambuh dan memastikan bahwa tidak akan ada komplikasi jangka panjang.
  • Pada anak-anak, penting untuk membawa anak kembali menemui dokter setelah penyakit teratasi. Anak-anak lebih rentan terhadap efek jangka panjang dari kondisi ini seperti hilangnya pendengaran.

Pencegahan meningitis: Karena Meningitis dapat mengancam nyawa seseorang, khususnya jika disebabkan oleh bakteri, penting bagi untuk mengetahui bagaimana kondisi ini dapat dihindari.

  • Cara terbaik untuk mencegah penyakit ini adalah dengan memastikan bahwa semua anak-anak mendapatkan vaksinasi lengkap, meskipun vaksin meningokokus tidak termasuk dalam daftar imunisasi standar bagi anak-anak, namun vaksin ini dapat melindungi dari berbagai penyakit yang dapat berujung pada meningitis seperti vaksin Cacar air, MMR (campak, gondok, dan rubella), Pneumokokus (PCV atau PPSV) .
  • Diberikan vaksin meningokokus, untuk mencegah bakteri penyebab meningitis, hanya disarankan bagi mereka yang sedang dalam perjalanan ke negara-negara dimana kasus meningitis sering terjadi serta mereka yang memiliki cacat pada sistem kekebalan tubuh, terlepas dari berapapun usia mereka.
  • Selain memberikan vaksin yang diperlukan, ada juga beberapa cara lain yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi resiko keluarga anda terjangkiti meningitis, seperti: Menghindari orang-orang yang menderita meningitis dan tempat yang terpapar radang, sering mencuci tangan, menghindari hewan liar, mencegah gigitan nyamuk dan serangga.

0 Komentar