Keluh Kivlan: Saya Dizalimi, Wiranto, Luhut dan Tito Rekayasakan Kasus Saya
Kivlan Zen keluar dari PN Jakpus usai membaca eksepsi. (Foto: Haluan/Tio)

JAKARTA, HALUAN.CO - Mantan Kepala Staf Kostrad Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen mengaku heran dengan kasus yang dihadapinya saat ini. Karena, sangat banyak tuduhan yang dialamatkan kepadanya mulai dari dalang kerusuhan, kepemilikan senjata api illegal, makar dan perencanaan pembunuhan.

“Tanggal 21-22 mei itu tuduhan di kantor menkopolhukam, di mabes polri, pernyataan Tito, saya dibilang dalang kerusuhan 22 Mei, kemudian saya dalang untuk pembunuhan dan dalang untuk masalah senjata,” kata Kivlan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Rabu (22/1/2020).

Kata Kivlan, Duit Rp50 Juta dari Habil untuk Makan Siang 10 Ribu Orang

Kivlan menjelaskan, jika mengikuti ekspesinya, semua kandungann isi membantah tuduhan-tuduhan tersebut. Ia menuding, kasus yang menyeret dirinya hinggah menjadi terdakwa merupakan dari polisi atas instruksi Menko Polhukam Wiranto, saat itu.

Tak sampai disitu, Kivlan juga menuduh Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan juga terlibat dalam rekayasan kasusnya. Carannya, Iwan diberikan uang yang cukup banyak.

“Apa itu kebenarannya? tapi orang yang didakwa itu sampai sekarang tidak ada disidangkan. Jadi, itu adalah rekayasa termasuk keterlibatan Wiranto, Luhut, itu yang merekayasa. Perintah dari wiranto dan dari Luhut, kita buktikan, bahwa saya malah, menurut informasi Iwan saya mau dibunuh oleh mereka ini,” tuduh Kivlan.

Atas dugaan rencana pembunuhan itu, kata Kivlan, dirinya diberikan pengawalan dengan tujuan menjaga keselamatannya agar tidak terjadi sesuatu. Sialnya, lanjut Kivlan, tuduhan itu malah berbalik. Ia dituduh berencana membunuh mereka semua.

“Kok sekarang dibalik saya yang mau membunuh. Jadi rekayasanya bukan senjata saja, maka pada 21-22 mei pembunuhan semua itu sudah saya terangkan, pembelaan saya. Yaitu saya tidak bisa menyalahkan Jaksa, karena Jaksa memiliki BAP dari polisi. BAP itu juga semuanya rekayasa,” papar Kivlan.

Kivlan Zen Heran Kaliber Senjata yang Dirampas dengan Diperiksa Kok Beda?

Bagi Kivlan, tuduhan kepada dirinya merupakan sebuah kedzaliman. Padahal, kilah dia, sumbangannya dalam mengabdi pada negara cukup besar.

“Saya dizalimi. Saya betul-betul dizalimi, rekayasa. Sumbangan saya untuk negara dan bangsa sudah cukup banyak. Saya tidak menuntut apa-apa, saya minta hanya keadilan,” tandasnya.