Kemenhub Ungkap Fakta-Fakta Kecelakaan Bus Maut di Subang, 8 Orang Tewas
Ilustrasi garis polisi. (Foto: Net)

JAKARTA, HALUAN.CO - Kecelakaan bus pariwisata PO Purnama Sari di Jalan Raya jurusan Bandung - Subang, Sabtu (18/1/2020) kemarin menewaskan 8 orang penumpang. Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan mengungkap kronologi kecelakaan bus tersebut.

Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub, Budi Setiyadi mengatakan, sekitar pukul 17.23 WIB di jalan raya kawasan Desa Palasari, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang, bus bernomor polisi E 7508 W yang dikemudikan oleh Supir Dede Purnama ini melaju lebih kencang dari sebelumnya.

"Para penumpang sempat meminta supir untuk memperlambat laju kendaraan," kata Budi dalam keterangan persnya, Minggu (19/1/2020).

Namun saat itu, kata dia, bus hilang kendali sehingga supir membanting kendaraan ke sebelah kanan untuk menghindari kendaraan yang berada di depan dan membuat bus terguling ke kanan.

Bus tersebut berisi 38 orang rombongan Kader Posyandu Kelurahan Bojong, Kecamatan Cipayung, Kota Depok. Semula bus mengantarkan rombongan ke lokasi wisata Gunung Tangkuban Perahu untuk selanjutnya kembali ke Depok.

"Dari data yang diperoleh, selain korban meninggal 8 orang, terdapat korban luka berat sebanyak 10 orang dan luka ringan 20 orang," ujar dia.

Temuan sementara dari pihak kepolisian yaitu saat kecelakaan juga ditemukan posisi gigi persneling berada di gigi 4. Lalu data kendaraan di STNK ternyata tidak sesuai dengan fisik kendaraan.

Dari Upaya Penyelamatan hingga si Bungkuk Masuk Museum

Kemudian, berdasarkan data pengujian kendaraan domisili, kendaraan dimodifikasi setelah uji berkala di pengujian Majalengka. Selain itu Kartu Pengawasan sudah habis masa berlaku pada 19 Mei 2017.

"Terakhir bus ini melakukan pengujian pada 8 Oktober 2019, masa berlaku ujinya 6 bulan maka diperkirakan akan habis pada 8 April 2020 ini," kata Budi.

Saat ini kasus ini juga sedang dalam proses penanganan Polres Subang. Kemenhub saat ini masih menunggu hasil penyelidikan komprehensif yang dilakukan petugas di lapangan.