Kemenkes Minta Warga Waspadai Malaria Saat Pandemi COVID-19

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Gigitan nyamuk Anopheles menyebabkan penyakit malaria (Foto: Istimewa)

-

AA

+

Kemenkes Minta Warga Waspadai Malaria Saat Pandemi COVID-19

Health | Jakarta

Sabtu, 25 April 2020 21:42 WIB


JAKARTA, HALUAN.CO - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengingatkan masyarakat yang berada di wilayah endemis malaria untuk mewaspadai penyakit tersebut di tengah pandemi COVID-19 yang terjadi saat ini.

Mengapa ini penting: Direktur Pencegahan dan Pengendalian penyakit Tular Vektor dan Zoonosis Siti Nadia Tarmizi mengatakan pemerintah berupaya agar tidak terjadi peningkatan kasus malaria pada saat pandemi COVID-19.

Konteks:

⦁ Penyakit malaria memiliki beberapa gejala yang mirip dengan COVID-19 seperti demam, sakit kepala, dan nyeri otot.

⦁ Prosedur layanan malaria mengacu pada protokol pencegahan COVID-19.

⦁ Penyakit malaria bisa memperberat kondisi seseorang yang juga terinfeksi COVID-19.

Apa katanya: "Penderita malaria dapat terinfeksi penyakit lainnya termasuk COVID-19,” kata Siti Nadia Tarmizi dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Sabtu (25/4/2020).

Endemis malaria: Penyebaran COVID-19 saat ini yang sudah semakin meningkat dan meluas hingga ke daerah endemis malaria, terutama di bagian Timur Indonesia seperti Nusa Tenggara Timur (NTT), Maluku, dan Papua harus meningkatkan kewaspadaan agar tidak menjadi beban kesehatan ganda.

Upaya perlidungan:

⦁ Petugas layanan malaria dari penularan COVID-19, setiap petugas yang melakukan layanan malaria diwajibkan menggunakan alat pelindung diri (APD) sesuai standar protokol pencegahan COVID-19.

⦁ Bagi masyarakat harus tetap mengutamakan jaga jarak fisik, memakai masker, cuci tangan pakai sabun, dan menghindari kerumunan lebih dari 5 orang serta jangan lupa menggunakan kelambu untuk menghindari gigitan nyamuk.

Pemeriksaan RDT: Pada masa pandemi COVID-19 seperti saat ini, pemeriksaan diagnostik malaria dilakukan dengan tes cepat (RDT) dan pasien dapat segera diberikan pengobatan bila hasil pemeriksaan positif. Pembuatan sediaan darah tetap dilakukan untuk konfirmasi hasil RDT dan evaluasi pengobatan Malaria.

"Ingat klorokuin yang digunakan saat pandemi Covid-19 bukan obat Malaria lagi sehingga bila sakit malaria minum obat anti-malaria sesuai aturan. Untuk itu perencanaan kebutuhan logistik terutama RDT dan obat anti malaria (OAM) disiapkan mencukupi sampai 2-3 bulan ke depan di fasilitas Pelayanan Kesehatan," ujar Siti Nadia Tarmizi.

Perhimpunan Dokter NU: Puasa Bisa Tingkatkan Imunitas Hadapi Corona

Dinkes wajib pantau: Petugas Dinas kesehatan (dinkes) Petugas provinsi, kabupaten/kota wajib memantau dan mengantisipasi layanan malaria pada saat diberlakukan pembatasan sosial atau karantina wilayah.

⦁ Kebijakan pemerintah seperti pembatasan jarak fisik, karantina mandiri, dan juga Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sebagai upaya yang untuk pencegahan penularan virus corona akan berpengaruh terhadap upaya-upaya pencegahan dan penanggulangan penyakit lain termasuk malaria.

⦁ Malaria merupakan salah satu penyakit menular yang berdampak kepada penurunan kualitas sumber daya manusia, dapat menimbulkan berbagai masalah sosial dan ekonomi, bahkan berpengaruh terhadap ketahanan nasional.

“Penyebaran malaria tidak mengenal batas wilayah administrasi, maka membebaskan masyarakat dari malaria (eliminasi malaria) memerlukan komitmen global, regional dan nasional,” jelas Siti Nadia Tarmizi.

Bagaimana selanjutnya: Pemerintah menargetkan pada 2024 sebanyak 405 kabupaten/kota mencapai eliminasi malaria. Menurut dia, periode 2020-2024 merupakan periode penting dan menentukan dalam upaya mencapai Indonesia Bebas Malaria Tahun 2030.

Upaya pencapaian target Eliminasi Malaria Nasional tahun 2030, didahului dengan tahapan pencapaian daerah bebas malaria tingkat provinsi, setelah seluruh kabupaten/kota mencapai daerah bebas malaria.

“Dalam wilayah regional Jawa-Bali sebagian besar kabupaten/kota telah mencapai Eliminasi Malaria,” kata Siti Nadia Tarmizi sambil mengatakan Peringatan Hari Malaria Sedunia (HMS) tahun 2020 kali ini yang diperingati tiap tanggal 25 April, tidak dilakukan peringatan seperti pada tahun-tahun sebelumnya.


0 Komentar