Kemenkop Gandeng Aktivis Brand Lokal Dongkrak Citra UKM Kuliner

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Menkop Teten Masduki dan Local Brand Activist. (Foto: Dok. Kemenkop)

JAKARTA, HALUAN.CO - Kementerian Koperasi dan UKM menggandeng para aktivis brand lokal untuk bekerja sama dalam upaya mendongkrak citra dan merek UKM kuliner di Indonesia.

Local Brand Activist Arto Biantoro mengatakan, diperlukan langkah akselerasi untuk mendongkrak citra dan popularitas brand lokal terutama yang bergerak di bidang pangan.

“Kami sepakat untuk mendukung Kementerian Koperasi dan UKM dalam mengakselerasi brand-brand lokal milik start up kuliner di Indonesia melalui berbagai langkah yang akan dirumuskan bersama,” kata Arto usai bertemu dengan Menteri Koperasi Teten Masduki di Kantor Kemenkop, kemarin.

Arto menjelaskan, pada Pemerintahan Jokowi periode sebelumnya, telah dirancang misi bersama untuk mengakselerasi brand lokal sampai 2025.

“Upaya ini untuk melanjutkan misi bersama kami dengan pemerintah dalam mengakselerasi brand lokal start up pangan,” katanya.

Senada, Chief Marketing Officer Ultra Bonnie Susilo yang juga Perwakilan dari Perkumpulan Food Startup Indonesia mengatakan, pihaknya ingin melanjutkan program yang diinisiasi bersama pemerintah yakni Food Start Up Indonesia.

“Dalam program ini, kami bersama-sama pemerintah memberikan capacity building kepada UMKM Indonesia dalam skala masif agar bisa terakses dengan pasar dan permodalan,” kata Bonnie.

Kepada Teten, Bonnie mengaku menyampaikan usulan enam langkah dalam satu tahun ke depan untuk mengakselerasi dan menyetandarisasi bisnis start up kuliner dalam skala masif.

Langkah pertama, yaitu capacity building, kemudian menjaring para talenta dari 10.000 start up diharapkan bisa menjaring 1000-3000 start up dengan pitch deck paling potensial.

“Kemudian kita akan mengkurasi lagi menjadi 100 untuk kita lakukan booth camp dan kemudian produk atau bisnisnya kita pertemukan dengan value atau produk yang sejalan dengan national interest, ” katanya.

Selanjutnya, dari booth camp diharapkan para start up itu bisa memproduksi 1 juta produk dengan value yang menonjolkan keunggulan kuliner Indonesia.

Sementara itu, Menkop Teten Masduki mengapresiasi atas minat untuk berkolaborasi lebih lanjut dalam upaya mengakselerasi food start up Indonesia.

“Apa yang mereka rancang ternyata sejalan dengan apa yang sudah kami rencanakan untuk mendorong UKM di bidang kuliner semakin berkembang dan brand-brand lokal semakin populer dan disukai pasar,” kata Teten.

Ultra dan sejumlah perusahaan lain sebagai salah satu perusahaan inkubator bagi start up kuliner bahkan telah menyiapkan modul dan langkah-langkah konkret termasuk memiliki data base yang akan mendukung sukses program Kementerian Koperasi dan UKM.


0 Komentar