Kemenparekraf Siap Dorong Perkembangan Industri Kreatif di Kota Lama Semarang
Presidn dan sejumlah menteri do Kota Lama Semarang (Foto: Istagram)

SEMARANG, HALUAN.CO – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI siap mendorong mewujudkan Kota Lama Semarang menjadi Creative Hub sebagaimana arahan Presiden Joko Widodo.

Dikutip dari akun instagram Kemenparekraf/Barekraf RI, Rabu (31/12/2019), dikatakan bahwa pengembangan industri kreatif di Kawasan Kota Lama Semarang, Jawa Tengah seiring dengan upaya pemerintah kota untuk menghidupkan dan menyandang UNESCO World Heritage.

UNESCO World Heritage merupakan sebuah program dari PBB yang memiliki fungsi untuk melestarikan dan menjaga situs warisan budaya dan alam yang terdapat di berbagai belahan negara di dunia.

Saat ini, Kota Lama Semarang sudah direstorasi secara apik. Semarang sudah bisa menjadi ikon Kota Semarang dan Jawa Tengah yang baru untuk menarik para wisatawan.

Seperti diketahui, Menteri Parekraf Wishnutama bersama sejumlah menteri diajak Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan kerja ke Kota Lama Semarang. Beberapa agenda di antaranya meninjau rehabilitasi Pasar Johar dan revitalisasi Kota Lama, di Semarang, peresmian Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas se-Indonesia, di Pondok Pesantren Al-Fadllu 2 Kendal, dan lainnya.

Dari sejumlah foto yang diposting di akun instagram Parekraf RI, nampak rombongan Presiden Jokowi dan sejumlah menteri menggunakan sepeda di Semarang. Terlihat pula saat Presiden bersama menteri, termasuk Menparekfraf Wishnutama berkunjung ke Galeri UMKM di Semarang serta foto suasana Kota Lama Semarang tatkala malam.

View this post on Instagram

Kemenparekraf/Baparekraf siap mendorong untuk mewujudkan Kota Lama Semarang menjadi Creative Hub sebagaimana arahan Presiden RI, Joko Widodo. . Pengembangan industri kreatif di Kawasan Kota Lama Semarang, Jawa Tengah ini juga seiring dengan upaya pemerintah kota untuk menghidupkan dan mengajukan kawasan tersebut sebagai UNESCO World Heritage yang merupakan sebuah program dari PBB yang memiliki fungsi untuk melestarikan dan menjaga situs warisan budaya dan alam yang terdapat di berbagai belahan negara di dunia. . Saat ini, Kota Lama Semarang sudah direstorasi secara apik, sehingga dapat menjadi ikon Kota Semarang dan Jawa Tengah yang baru untuk menarik para wisatawan. . . #PesonaIndonesia #WonderfulIndonesia #InclusivelyCreative

A post shared by Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (@parekraf_ri) on

Mengomentari postingan Kemenparekraf tentang Kota Lama Semarang tersebut, sejumlah warganet pun memberi masukan kepada pemerintah. Terutama terkait dengan penataan kabel-kabel PLN dan Telkom yang dinilai terkesan tidak rapi.

“Itu kabel2 bisa dirapihin ga yaa? Kayaknya bakal makin apik kalau kabel listriknya rapi. Minggu lalu ke sana, emang beda bgt skrang kota lama. Tp ya itu, kabel listriknya ganggu pemandangan😂,” tulis akun @nabilaanitasari.

“Mas @wishnutama dirapihkan lagi yg deket perempatan parkir bis wisata karena banyak yg masih kotor dan tempat tinggal para tunawisma Mas,” kata @ atharproject_idn.

“Kota Lama Semarang bagus. Akan lebih bagus lagi kalau @kemenpupr @ganjar_pranowo @hendrarprihadi merapikan kabel kabel PLN Telkom di ducting dibawah tanah. Agar kesan kolonial bertambah, juga lisplang-lisplang mama perusahaan/iklan di rapikan/diseragamkan. Bisa seperti papan nama kedutaan kedutaan di Jakarta, ukuran, bahan (kuningan) dan penempatan (tempel pagar) nya seragam,” kata @rajaeuy memberi masukan.


Penulis: Melda Riani