Kementan Pastikan Penyakit Babi Tak Nular ke Manusia
Ilustrasi flu babi. (Foto: Istockphoto)

JAKARTA, HALUAN.CO - Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH), Kementerian Pertanian, memastikan komitmennya untuk terus membantu Pemerintah Bali dalam mengendalikan penyakit pada babi yang dalam 1 (satu) bulan terakhir ini menjangkiti beberapa wilayah.

Menurut Dirjen PKH Kementan I Ketut Diarmita, penyakit babi yang terjadi di Bali merupakan suspek African Swine Fever (ASF). Tindakan pengendalian yang dilakukan oleh petugas kesehatan hewan di Bali sudah tepat.

"Berbeda dengan daerah ataupun negara lain, kasus kematian babi di Bali saat ini hanya mencapai 0,11 persen dari total populasi babi di Bali yang berjumlah 800 ribu ekor. Artinya petugas sudah sigap menghadapi kasus ini," kata Ketut dalam keterangannya, Sabtu (15/2/2020).

Ketut menjelaskan, pemerintah pusat telah berupaya membangun kapasitas dalam menghadapi kasus seperti kematian babi di Bali ini.

Karena, menurut dia, kasus ini memang sudah diprediksi akan terjadi sebelumnya. Hal tersebut mengingat adanya penerbangan langsung dari negara tertular serta praktek pemberian sisa-sisa makanan sebagai pakan (swill feeding) yang memang biasa dilakukan masyarakat.

"Swill feeding diduga merupakan sumber masuknya penyakit ini, mengingat sifat virus yang tahan pada makanan olahan dan juga di lingkungan," ungkapnya.


Kementan Dorong Pengembangan Pemasaran Komoditas Peternakan

Namun demikian, Ketut juga menegaskan bahwa virus penyebab penyakit babi di Bali ini tidak dapat menular ke manusia (bukan zoonosis). Sehingga masyarakat diimbau tidak takut konsumsi daging babi.

Ketut kembali menegaskan komitmennya untuk terus membantu pengendalian penyakit pada babi di Bali.