Kenali 6 Fakta dan Mitos Penyakit Asam Lambung!

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Penyakit Asam Lambung Merupakan Momok Bagi yang Berpuasa (Sumber: Dokter Sehat)

-

AA

+

Kenali 6 Fakta dan Mitos Penyakit Asam Lambung!

Neuron | Jakarta

Jumat, 24 April 2020 10:43 WIB


Refluks asam lambung atau dikenal secara medis dengan gastroesofageal reflux disease (GERD) merupakan sebuah kondisi di mana asam lambung naik ke esofagus dan menimbulkan gejala. Lantas, seberapa benar pengetahuan Anda terhadap penyakit ini?

1) Refluks asam lambung dapat menyebabkan kematian karena sakit jantung

Mitos.

Sempat beredar di pesan berantai bahwa akibat asam lambung yang naik dapat meningkatkan detak irama jantung sehingga menyebabkan sakit jantung. Kalimat ini tidak tepat karena nyeri dari asam lambung tidak ada pengaruh terhadap jantung dan tidak akan menyebabkan kematian yang berhubungan dengan sakit jantung. Gejala klinis keduanya dapat mirip karena datang dengan nyeri dada namun kedua hal tersebut merupakan dua penyakit yang berbeda.

2) Obesitas atau hamil dapat meningkatkan resiko terjadinya refluks asam lambung

Fakta.

Obesitas dan hamil mempunyai satu hal yang sama yaitu meningkatkan tekanan di dalam perut sehingga katup yang berfungsi untuk mencegah asam lambung kembali ke esofagus kalah kuat dan terjadilah refluks. Contoh lain yang dapat meningkatkan tekanan perut adalah melakukan manuver valsava seperti batuk lama atau sering mengedan.

3) Hanya makanan pedas yang perlu dihindari apabila terdapat refluks asam lambung

Mitos.

Makanan yang dapat mencetuskan penyakit ini sebenarnya bervariasi dari satu orang ke orang lain namun beberapa hal yang patut dihindari adalah kopi, makanan berlemak, coklat, mint, dan makanan berlemak.

4) Refluks asam lambung tidak perlu diannggap serius karena tidak memiliki komplikasi yang berarti

Mitos.

Asam lambung merupakan asam yang kuat yang seharusnya tidak berada di esofagus. Paparan kronik asam lambung di esofagus dapat menimbulkan kanker esofagus dalam jangka waktu yang lama.

5) Mengatur pola makan dan pola tidur dapat membantu meringankan gejala

Fakta.

Mengkonsumsi makanan anda dalam porsi lebih sedikit namun lebih sering dianjurkan untuk pasien dengan refluks asam lambung. Hindari konsumsi makanan yang telah disebukan di atas. Usahakan jarak antara makanan terakhir dan waktu tidur berkisar 2-3 jam untuk memastikan tidak ada makanan lagi di dalam lambung Anda. Apabila memungkinkan, tidur dengan posisi kepala sedikit lebih tinggi dari kaki dapat membantu meringankan gejala.

Intermittent Fasting: Solusi Diet Terbaru dan Terbaik?

6) Obat dapat menyembuhkan refluks asam lambung.

Mitos.

Obat seperti antasida dapat meringankan gejala dengan mengurangi asam lambung namun produksi asam lambung akan terus menerus terjadi di dalam tubuh kita. Obat-obatan hanya akan membantu mengurangi gejala dan tidak bertujuan untuk menyembuhkan refluks asam lambung.

Penulis : Gilbert Sterling Octavius

Instagram : @NeuronChannel; @gilbertsterling

Youtube : Neuron Channel


0 Komentar