Kenali Gejala Demam Dengue dan Demam Berdarah Dengue

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Nyamuk Aedes Aegypti (Sumber: Freepik)

Demam Berdarah dan Demam Berdarah Dengue merupakan penyakit yang sering ditemui terutama saat musim hujan. Demam yang berlangsung selama tiga hari terus-menerus namun turun pada hari keempat merupakan pertanda kecurigaan untuk mengarah kepada demam dengue atau demam berdarah dengue. Apalagi yang perlu Anda ketahui mengenai Demam Berdarah dan Demam Berdarah Dengue?

Demam dengue disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui nyamuk Aedes aegypti (dikenal juga dengan nama Stegomyia aegypti) dan sebagian kecil kasus disebabkan oleh Aedes albopictus. Jentik-jentik nyamuk ini biasanya ada di genangan air sehingga musim hujan merupakan musim yang terbaik bagi nyamuk ini karena banyaknya genangan air. Virus ini memiliki 4 serotipe yaitu DENV-1, DENV-2, DENV-3 dan DENV-4.

Mengapa serotipe ini penting? Apabila seseorang telah menderita demam dengue akibat satu serotipe, maka orang itu akan kebal terhadap tipe virus itu namun dapat menderita demam dengue akibat serotipe lain dan gejalanya cenderung akan lebih parah. Menurut sebuah penelitian, Indonesia memiliki subtipe DENV-2 lebih banyak di mana DENV-1 dan DENV-2 cenderung memberikan gambaran klinis yang lebih parah berupa demam berdarah dengue dengan syok atau disebut juga dengan dengue shock syndrome (DSS).

Pada tahun 2000 hingga 2008, World Health Organization (WHO) melaporkan terdapat 1,656,870 kasus dan di Indonesia sendiri kasus ini jumlahnya terus meningkat.

Indonesia termasuk di dalam kategori A bersama Bangladesh, India, Maldives, Myanmar, Sri Lanka, Thailand dan Timor-Leste oleh WHO karena demam dengue masih merupakan masalah kesehatan publik yang mayor, hiperendemik (sangat tinggi jumlah kasusnya) untuk keempat serotipe dan menyebabkan rawat inap dan kematian pada anak-anak.

Infeksi dengue ini dapat bervariasi dari asimptomatik hingga gejala syok dengan adanya gangguan organ. Gejala bisa dapat berupa demam diantara 39-40oC selama 5-7 hari di mana demam biasanya akan membaik pada hari ke-3. Namun, pada saat demam turun ini lah disebut dengan fase kritis karena terjadi kebocoran cairan ke luar pembuluh darah sehingga apabila asupan cairan tidak menutupi kebocoran cairan, hal ini dapat menimbulkan kematian.

Selain itu, gejala lainnya dapat berupa mual, muntah, nyeri kepala, badan sakit-sakitan, atau nyeri saat menggerakan bola mata. Perbedaan antara demam berdarah dan demam berdarah dengue adalah demam berdarah dengue memiliki tampilan klinis perdarahan secara langsung atau kebocoran cairan tubuh yang diukur dengan parameter hematokrit yang meningkat lebih dari 20%. Demam berdarah dengue apabila tidak dipantau dapat jatuh ke gejala syok atau DSS yang dapat menyebabkan kematian.


Demam, Batuk, dan Pilek : Perlukah Antibiotik?

Para klinis akan mengecek beberapa parameter darah seperti hematokrit (mengukur kekentalan darah), sel darah putih, dan serologi demam berdarah seperti NS1, IgM dan atau IgG. Dari hasil laboratorium ini dokter Anda akan menentukan apakah perlu dirawat inap atau tidak.

Tidak ada obat spesifik untuk demam berdarah atau demam berdarah dengue karena penyakit ini swasirna namun apabila jatuh kedalam syok maka dapat menyebabkan kematian maka rehidrasi merupakan tatalaksana yang penting untuk penyakit ini. Tidak kalah penting adalah pencegahan untuk demam berdarah seperti:

  • Menguras tempat penampung air
  • Menutup tempat penampung air
  • Mendaur ulang barang bekas
  • Mengubur barang-barang yang tidak digunakan
  • Gunakan kelambu saat tidur
  • Membubuhkan abate
  • Memelihara ikan pemakan jentik
  • Jangan menggantung pakaian terlalu lama

Penulis : Gilbert Sterling Octavius

Instagram : @NeuronChannel; @gilbertsterling

Youtube : Neuron Channel


0 Komentar