Kenapa Harimau di Sumsel Bisa Agresif Serang Manusia?
Harimau Sumatera. (FOTO: Reuters)

JAKARTA, HALUAN.CO - Harimau di Sumatera Selatan (Sumsel) melakukan tindakan yang agresif dengan menyerang manusia. Bahkan tindakan agresif harimau di Sumsel itu telah menyebabkan nyawa manusia melayang. 

Berdasarkan catatan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumsel, selama dua bulan terakhir terjadi enam kali harimau menyerang manusia di wilayah tersebut. Dari enam kali peristiwa itu, empat orang dinyatakan tewas.

Lalu, kenapa harimau di Sumsel bisa bertindak agresif terhadap manusia?

Menurut peneliti mamalia Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Prof Gono Semiadi, harimau sejatinya selalu ingin menjauh dari manusia. Namun, menurutnya, ada beberapa faktor yang bisa memicu harimau tersebut menyerang manusia.

"Kebanyakan pihak menganalogikan turunnya harimau adalah karena keterbatasan pemangsa, adanya persaingan wilayah antara kelompok dewasa dan yang akan masuk dewasa dan mulai terganggunya habitat harimau karena arus lalu lintas manusia dengan segala aktifitasnya yang semakin masuk ke wilayah jelajah harimau," kata Gono seperti dilansir dari Detikcom, Sabtu (28/12/2019) malam.

Dia menilai, menghubungkan perubahan cuaca dengan turunnya harimau memang agak sulit dijelaskan. Sebab, kasus seperti itu tidak selalu terjadi di setiap perubahan iklim.

Empat Orang Tewas Diserang Harimau di Sumsel Selama Dua Bulan Terakhir

Gono menjelaskan, selama ini harimau menyerang manusia karena sudah sangat lapar. Dia pun menyarankan agar warga yang beraktivitas di hutan tidak pergi sendirian.

"Kejadian yang terjadi selama ini, agresif menyerang manusia ada kecenderungan karena sudah lapar banget karena sejatinya harimau menjauh dari manusia," ujarnya.

Dia menyarankan agar orang-orang yang beraktivitas di hutan mulai meningkatkan ketajaman penciuman. Menurutnya, harimau memiliki bau khas meski masih terjadi perdebatan soal hal ini.

"Ada saran ketajaman penciuman manusia mulai ditingkatkan sebab ada yang menyampaikan sedikit banyak bau harimau khas di luar bau suatu kondisi hutan yang hijau dengan aroma khasnya humus. Tetapi ini masih diperdebatkan. Ketika melewati wilayah persemakan harus lebih waspada," paparnya.