Kenapa Kelelawar Tetap Sehat Meski Terjangkit Virus Corona? Ini Penjelasan Ahli
Ilustrasi kelelawar. (FOTO: Shutterstock)

JAKARTA, HALUAN.CO - Kasus virus corona baru atau COVID-19 yang menyerang manusia diduga karena tertular melalui sejumlah hewan, salah satu yang kerap disebut adalah kelelawar.

Dugaan itu muncul lantaran warga di Kota Wuhan, tempat pertama kali virus itu muncul, kerap menyantap sup kelelawar ataupun makanan lainnya yang berasal dari hewan tersebut.

Karena itu, hewan itu pun menjadi terduga sebagai penyebab kemunculan virus baru yang menggemparkan warga di dunia tersebut.

Namun, meski membawa virus corona di dalam tubuhnya, kelelawar ternyata tidak mengalami sakit seperti halnya yang terjadi pada manusia. Padahal, banyak korban orang meninggal akibat virus tersebut.

Peneliti mikrobiologi dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Sugiyono Saputra, menjelaskan, kelelawar tidak terpengaruh dengan adanya virus corona karena memiliki sistem imunitasnya yang mengalami mutasi yang menguntungkan mereka.

Meski sama seperti manusia yang punya sistem imun, kata Sugiyono, namun kelelawar DNA sensornya bisa melemah.

"Jadi ketika mendapatkan infeksi, kelelawar tidak bereaksi secara berlebihan karena sensornya melemah," kata Sugiyono, Jumat (14/2/2020).

Ia melanjutkan, manudia ketika mendapatkan infeksi, sistem imunnya langsung bekerja dan memberikan reaksi. Sehingga, menurutnya, menimbulkan gejala bahwa tubuh sedang tidak sehat.

Sementara untuk kelelawar, ungkap dia, tubuhnya tidak akan terlalu reaktif ketika ada virus baru yang masuk ke dalam tubuh. Selain itu, kata dia, tubuh hewan itu memungkinkan terjadinya re-infeksi yang membuat mereka terjangkit virus yang sama.

Menurut dia, sensor yang melemah tersebut membuat mereka menjadi tidak sakit meski itu terjadi.

"Hal itu memungkinkan mereka (kelelawar) untuk mengakumulasi begitu banyak patogen di dalam tubuhnya," ujar Sugiyono.

Dia menjelaskan, kelelawar memang memiliki kandungan virus COVID-19 di tubuhnya dan menjadi salah satu inang utama dari virus tersebut. COVID-19 di kelelawar itu, menurutnya, bisa menulari hewan lain yang kemudian dapat menulari manusia.

Dalam kasus SARS yang terjadi pada 2002 dan COVID-19 yang kini sedang mewabah, keduanya disebut mulai mewabah karena infeksi dari hewan perantara yang terinfeksi COVID-19 dari kelelawar.

Untuk SARS, musang disebut-sebut sebagai inang perantara untuk virus yang menyerang sistem pernapasan itu.

Waduh, Warga China Positif Corona Usai Pulang dari Bali, Sempat Naik Garuda dan Lion

Sementara itu, South China Agricultural University menyampaikan hasil penelitian terbarunya yang menyimpulkan bahwa urutan genom virus COVID-19 dari trenggiling dalam penelitian 99 persen identik dengan yang diambil dari pasien yang terinfeksi virus tersebut.

Peneliti menyimpulkan bahwa trenggiling kemungkinan menjadi inang perantara yang memungkinkan infeksi terhadap manusia setelah mendapatkannya dari kelelawar sebagai inang utama.