Kenapa Polisi Belum Tangani Kasus Penyelundupan Harley di Garuda?
Ilustrasi pesawat Garuda Indonesia. (FOTO: Shutterstock.com)

JAKARTA, HALUAN.CO - Kasus penyelundupan sepeda motor merek Harley Davidson dan dua unit sepeda merek Brompton dengan menggunakan pesawat Garuda Indonesia terus menjadi sorotan publik.

Bahkan, kasus itu membuat Direktur Utama Garuda Indonesia, I Gusti Ngurah Askhara atau Ari Ashkara, dicopot dari jabatannya oleh Menteri BUMN Erick Thohir.

Meski begitu, Polda Metro Jaya hingga saat ini belum juga menangani kasus yang diduga merugikan keuangan negara mencapai Rp1,5 miliar tersebut.

Lalu, kenapa polisi belum menangani kasus itu?

"Kasus ini masih ditangani oleh teman-teman bea cukai dari unit penindakan, kita tunggu saja nanti, kita akan koordinasi ke sana," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus, Jumat (6/12/2019).

Yusri mengungkapkan, kasus penyelundupan barang mewah itu saat ini masih dalam penanganan intensif oleh Unit Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta.

"Karena bea cukai yang menangkap, sehingga masih didalami oleh unit penindakan bea cukai," ujar Yusri.

Sebelumnya, Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane, meminta kepada Direskrimsus Polda Metro Jaya untuk menangkap dan menahan Ari Askhara karena diduga telah merugikan negara miliaran rupiah.

Menurut Neta, kasus penyelundupan komponen Harley Davidson dan sepeda Brompton itu tidak cukup hanya dengan memecat Dirut PT Garuda Indonesia, Ari Askhara, dari jabatannya.

"IPW mendesak Polri, khususnya Direskrimsus Polda Metro Jaya jangan tutup mata atau tebang pilih dalam menangani kejahatan, terutama yang melibatkan pejabat negara," kata Neta dalam keterangan tertulisnya, Jumat (6/12/2019).