Kepanikan Pandemi Covid-19 Dimanfaatkan Para Penjahat

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Obat malaria palsu beredar di Eropa (Foto: Istimewa)

-

AA

+

Kepanikan Pandemi Covid-19 Dimanfaatkan Para Penjahat

International | Jakarta

Sabtu, 28 Maret 2020 20:55 WIB


JAKARTA, HALUAN.CO - Perkara tipu-menipu dan mengeruk untung dalam kesempitan atau kesusahan orang bukan hanya milik bangsa Indonesia. Tradisi yang sama juga berlaku di Eropa negara yang maju sekalipun.

Ketika masyarakat Eropa tengah panik dengan Covid-19 para penjahat dan penipuan berwujud korporasi pun merajalela. Kepolisian Eropa (Eropol) sibuk menyelidiki dan menindak para penjahat yang tidak berperikemanusiaan tersebut.

Dikutip dari DW Indonesia, para penjahat itu menipu dalam bentuk: obat-obatan, masker dan alat tes corona palsu.

  • Europol menemukan banyak obat-obatan palsu yang diklaim bisa melawan corona dan bisa dibeli di internet.
  • Dalam operasi di 90 negara di seluruh dunia bersama dengan otoritas kepolisian lainnya, ditemukan lebih dari 2.000 situs internet yang menawarkan pil, semprotan atau salep yang samasekali tidak efektif melawan virus corona.
  • Empat juta unit obat telah disita sebagai hasil dari operasi Pandea oleh pihak kepolisian, di antaranya obat antivirus atau obat malaria palsu yang tidak mengantungi izin.
  • Ditemukan juga situs yang menjual respirator palsu yang tidak efektif atau mahal.
  • Pada awal Maret, 34.000 masker bedah yang terbuat dari bubuk kertas juga telah ditarik dari peredaran, demikian laporan Europol.

Eropol tengah merazia obat palsu (Foto: Eropol/DW)

Negara yang tertipu:

  • Di Belgia, pemerintah memerintahkan pembelian masker pernapasan dari sebuah pabrik di Turki dengan harga lima juta Euro namun masker tidak pernah diterima, tulis surat kabar Belgia, Le Soir.
  • Sementara surat kabar Spanyol, El Pais, mengutip sumber anonim menulis, pemerintah Spanyol telah menggunakan 640.000 alat tes corona yang tidak efektif di Madrid. Tes itu menunjukkan terlalu banyak hasil negatif. Unit tes tampaknya berasal dari sebuah perusahaan di China.
Gegara Ini Madrid Hentikan Tes Corona Pakai Alat Dibeli dari China

Komisi Uni Eropa memperingatkan pemerintah dan swasta untuk berhati-hati dalam setiap transaksi terkait obat-obatan dan alat tes corona. Apalagi kalau menawarkan vaksin. Karena sampai saat ini antivirus belum diproduksi.

"Janji-janji bahwa vaksin corona kini tersedia dan dapat dibeli sudah pasti tidak benar," Presiden Komisi Uni Eropa, Ursula von der Leyen.


0 Komentar