Keterlibatan WHO dalam Membantu Pemerintah untuk Mengatasi Masalah Kesehatan Indonesia

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Kantor WHO di Geneva

-

AA

+

Keterlibatan WHO dalam Membantu Pemerintah untuk Mengatasi Masalah Kesehatan Indonesia

Hipotesa | Jakarta

Senin, 06 April 2020 14:40 WIB


Peran WHO Pada Umumnya

World Health Organization (WHO) merupakan sebuah organisasi internasional di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang didirikan pada tanggal 7 April 1948 yang bermarkas di Jenewa, Swiss. WHO mempunyai tanggung jawab untuk memberikan arah dan kebijakan dalam penanganan kesehatan seluruh masyarakat dunia.

WHO terdiri atas The World Health Assembly (Lembaga Perwakilan) dan Executive Board (Lembaga Eksekutif). Lembaga perwakilan memiliki anggota yang terdiri atas 193 negara dan badan eksekutif terdiri atas 34 orang yang dipilih setiap tiga tahun sekali.

Badan eksekutif terdiri dari orang-orang yang memiliki keahlian khusus pada bidang kesehatan. Sedangkan Lembaga Perwakilan merupakan lembaga yang menentukan kandidat untuk menjadi Direktur Jenderal, merencanakan anggaran organisasi, dan membahas laporan badan eksekutif WHO.

WHO bertujuan untuk mencapai tingkat kesehatan yang maksimal bagi seluruh masyarakat dunia. Salah satu upaya yang dilakukan agar dapat mencapai tujuannya, WHO aktif melakukan tugas-tugas yang seperti menanggulangi kesehatan dengan cara membantu melakukan pembatasan terhadap penyakit-penyakit menular dan memberikan bantuan kesehatan kepada negara-negara yang membutuhkan. Selain itu, WHO juga aktif membantu dalam meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan ibu dan anak serta mendorong dan membantu pelaksanaan berbagai macam penelitian/riset dalam bidang kesehatan di seluruh dunia.

Sebagaimana hasil dari deklarasi WHO pada tahun 1948, WHO memiliki fungsi yang untuk bertindak, mengarahkan, dan mengkoordinir kewenangan otoritas dalam upaya kesehatan internasional. WHO juga berfungsi untuk membantu suatu negara dalam meningkatkan pelayanan kesehatan dan bekerjasama dengan badan-badan khusus lain jika diperlukan.



Fungsi lain dari WHO adalah untuk mencegah terjadinya kerugian yang besar terkait dengan masalah kesehatan masyarakat dunia, membantu perkembangan kesehatan mental, terutama yang dapat mempengaruhi keselarasan interaksi antarmanusia, dan mempromosikan serta melakukan penelitian dalam bidang yang berkaitan dengan kesehatan.

Berkenaan dengan WHO, Indonesia mempunyai tuntutan perubahan dalam tingkat global untuk memajukan tata kelola yang baik di sektor kesehatan. Tuntutan ini secara umum tidak hanya dimiliki oleh Indonesia saja, melainkan hampir seluruh negara-negara dunia. WHO sebagai organisasi internasional yang bertanggung jawab terhadap seluruh faktor kesehatan dituntut untuk menerapkan mekanisme kerjasama yang mengedepankan transparansi, adil, dan setara.

Pada tanggal 23 Mei 1950, Indonesia resmi menjadi anggota WHO dan masih aktif tergabung hingga saat ini. Dalam kurun waktu tersebut, WHO telah banyak memberikan dukungan program kesehatan untuk Indonesia. WHO sangat berperan dalam meningkatkan kapasitas institusi maupun individu yang mampu mendukung kebijakan kesehatan tingkat nasional maupun komitmen global bagi Indonesia.

WHO pernah terlibat untuk membantu pemerintah Indonesia dalam upaya mengatasi maraknya peredaran obat palsu melalui kerjasama dengan Departemen Kesehatan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM), dan organisasi non-pemerintah lainya seperti Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Kerjasama tersebut dilakukan untuk mengumpulkan data-data yang kemudian diserahkan kepada pemerintah Indonesia. Selanjutnya, pemerintah Indonesia dapat membuat suatu kebijakan dalam bidang kesehatan yang berkaitan dengan pengedaran obat palsu.

WHO juga ikut terlibat dalam mengatasi virus flu burung (H5N1) di Indonesia. Wabah flu burung (Avian influenza) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh burung tipe A strain virus influenza. Penyakit ini mulai teridentifikasi sejak tahun 2003 di Tiongkok dan Vietnam. Pada tahun 2005, flu burung mulai masuk ke wilayah indonesia dan mulai memakan korban. Setidaknya 13 warga Indonesia meninggal dunia akibat menderita flu burung.

WHO menyerahkan bantuan untuk Indonesia berupa 22 unit ambulans dan beasiswa bagi 48 mahasiswa untuk melakukan pelatihan field epidemiology, WHO juga meminta pemerintah Indonesia menyerahkan sampel virus flu burung untuk dijadikan penelitian. Selanjutnya, WHO memberi bantuan berupa 36.000 box tamiflu dan aktif membantu dalam meningkatkan pengawasan, manajemen terhadap serangan penyakit, dan memberikan pengarahan agar rumah sakit di Indonesia lebih siap.


0 Komentar