Ketimbang Balik Diam-diam, Lebih Baik Pemerintah Pulangkan WNI Eks ISIS
Ilustrasi bendera ISIS. (Foto: Reuters)

JAKARTA, HALUAN.CO - Direktur Eksekutif Indonesian Muslim Crisis Center, Robi Sugara menyarankan, sebaiknya pemerintah memulangkan 660 warga negara Indonesia (WNI) eks Kombatan ISIS dari Timur Tengah. Karena, jika tidak dipulangkan, takutnya meraka akan kembali ke Indonesia secara diam-diam.

"Meski presiden menolak pemulangan mereka, tidak ada jaminan mereka tidak bisa pulang ke indonesia. Baik secara legal ataupun tidak. Ini justru lebih berbahaya jika mereka pulang ke indonesia tanpa diketahui statusnya oleh pmerintah sbg WNI eks ISIS," kata Robi dalam keterangannya, Jumat (7/2/2020).

Soal Mantan Kombatan ISIS, Jazil: Kalau Lebih Besar Mudhorotnya Harus Ditolak

Dosen Hubungan Internasional dari UIN Syarif Hidayatullah mengaku khawatir, jika pihak otoritas disana yang menampung para pengungsi eks ISIS ini dan mengembalikan mereka ke negara masing-masing, apakah Indonesia bisa menolak? Sebab, faktanya mereka adalah WNI.

Menurut Robi, langkah yang harus dilakukan pemerintah pertama ialah pemilahan antara mereka yang waktu gabung dengan ISIS sebagai fighters atau hanya masyarakat biasa.

"Untuk yang masyarakat biasa bisa diprioritaskan dengan juga memilah antara kelompok rentan dan tidak. Rentan maksudnya adalah anak-anak , perempuan dan orang tua," ujarnya.

Kedua, setelah itu, mereka bisa dilakukan program rehabilitas dan deradikalisasi. Mereka yang sudah masuk pada kategori bebas radikal dipulangkan ke daerahnya masing-masing dengan penanganan khusus pemerintah daerah.

Sementara itu, kata dia, mereka yang masuk kategori bukan rentang harus menjadi domain pihak keamanan.

"Tetangga kita malaysia sudah mengambil kebijakan yang cepat dengan menerima mereka kembali pulang ketimbang disana jauh lebih berbahaya," tukasnya.