Kisah Bapak Budi dan Bapak Bima, Dua Pejabat Terjangkit Corona
Budi Karya dan Bima Arya (Ilustrasi: Total Politik)

Dua tokoh terkenal bisa terjangkit corona. Seorang menteri tangan kanan Jokowi seorang lagi walikota muda. Bagaimana kisahnya?

WAJAHNYA terlihat pucat. Namun, ia tetap bersemangat dan memberitahukan kepada khalayak kalau kondisinya tetap prima. Begitulah Bima Arya Sugiarto tatkala menyapa publik di jagad sosial media, tampaknya Walikota Bogor itu memang harus beristirahat sejenak.

Sepulang dari Turki beberapa waktu lalu, ia mengalami gejala tak enak badan. Ia pun melakukan cek kesehatan pada Selasa, 17 Maret 2020.

Ternyata, tak disangka-sangka, hasil pengecekan kesehatan menunjukkan, Bima terinfeksi positif penyakit Covid-19, penyakit corona baru yang sudah menjadi pandemik dunia saat ini.

Akibat dari itu, Bima pun harus menjalani isolasi diri selama beberapa pekan agar tidak menjangkit ke orang-orang sekitarnya.

“Mohon doanya dan doa saya untuk semua, agar diberi kesehatan selalu. Insya Allah kita berjuang berama hadapi Corona ini,” tulis Bima dalam sosial media, beberapa waktu lalu.

Sebelum diketahui terinfeksi, Bima telah mengunjungi berbagai kegiatan kewalikotaannya. Pada 26 Februari, Bima menghadiri acara Gereja Protestan di Indonesia bagian barat (GPIB). Saat itu, keadaan panitia GPIB dalam keadaan sehat.

Kemudian, walikota Bogor itu juga sempat mengunjungi acara Road to Bina Husada Mandiri (BHM) di Sukabumi pada 6-7 Maret. Bima bersama rombongan tim berlari di sana. Mereka juga dalam keadaan sehat.

Baru setelah itu, Bima melakukan kunjungan ke Turki pada 19 Maret. Meskipun Bima diduga terinfeksi saat sepulang dari Turki, pria itu masih dinyatakan dalam keadaan sehat kala itu.

Namun tak ayal, ternyata Bima justru mengidap virus mematikan itu. Alhasil, dengan mengetahui keadaan Bima, dinas kesehatan setempat melakukan pengecekan kesehatan terhadap orang-orang yang kontak dengan walikota itu.

Tak hanya hanya Bima, pejabat istana pun juga mengalami hal serupa. Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, adalah pejabat yang juga terjangkit virus corona sebagai pasien kasus ke-76 virus corona di Indonesia.

Kepastian mengidap virus tersebut terjadi tatkala pihak istana menyampaikan jumpa pers di istana kepresidenan, Jakarta, Sabtu lalu (14/3/2020). Saat ini, Budi dirawat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto.

Corona dan Pembangunan Rumah Sakit Khusus

Ada pun dugaan terinfeksinya menteri perhubungan itu kabarnya ketika hadir dalam penjemputan 69 Warga Negara Indonesia (WNI) anak buah kapal (ABK) Diamond Princess, di Bandara Kertajati, Majalengka, Jawa Barat, 1 Maret lalu.

Saat ini, WNI ABK Diamond Princess dipulangkan dari Jepang. Para WNI itu setibanya di Indonesia langsung dikarantina di Pulau Sebaru Kecil, Kepulauan Seribu, untuk mencegah penyebaran virus corona. Budi diduga terinfeksi melalui kontak dengan rombongan ABK tersebut.

Budi dan Bima adalah dua elite pejabat penting yang terjangkit virus corona. Padahal, dua tokoh ini memiliki beragam protokol yang tak gampang bisa kontak hubungan dengan yang terjangkit. Bagaimana mungkin?

Begitulah manusia, kadangkala ia juga lengah. Virus corona ini telah merebak ke berbagai belahan dunia. Virus ini bisa menular dari hewan ke manusia, dan dari manusia ke manusia, sehingga tak mengenal apakah dia pejabat atau pun rakyat jelata.

Setidaknya, per 19 Maret 2020, virus ini membunuh 8.648 orang dan menginfeksi 207 ribu orang, serta merebak ke 166 negara secara global, menurut laporan World Health Organization (WHO), dalam lansiran Al-Jazeera.

Di tengah ramainya pemberitaan soal Covid-19, seorang pejabat publik harus menjamin kondisi warganya. Meski terinfeksi, pernyataan yang keluar dari seorang pejabat publik harus meyakinkan bahwa semua pekerjaan yang terkait jabatannya akan dapat terselesaikan.

Jika dilihat dari pernyataan pemerintah, unsur kecemasannya lebih banyak. Tidak ada pernyataan terang tentang urgensi duduknya Luhut Binsar Panjaitan mampu menjalankan semua pekerjaan Menhub. Juga tidak ada jaminan, care taker-nya Bima Arya punya kecerdasan setara dengannya. (AK)