Kisah Hidup Glenn Fredly, Kisah Sedih di Januari hingga Sedih Tak Berujung

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Glenn Fredly. (Foto: Instagram)

JAKARTA, HALUAN.CO- Kepergian Glenn Fredly mungkin akan menjadi kisah sedih tak berujung. Tapi, lirik-lirik melankolis dan romantis milik Glenn akan terus bersenandung di hati para penggemarnya.

"Selugas dan selembut itu dia datang...Kangen, selesai!"

Demikian kata-kata Glenn Fredly melengkapi unggahan cuplikan video single terakhinya 'Selesai' pada 27 November 2019 lalu. 'Selesai' seakan menjadi penutup perjalanan musik Glenn setelah 25 tahun bermusik.

Kini, kisah Nyong Ambon Manise itu berakhir di bulan April. Kepergiannya mungkin akan menjadi kisah sedih tak berujung. Tapi, lirik-lirik melankolis dan romantis milik Glenn Fredly akan terus bersenandung di hati para penggemarnya.

Di penutup usianya ke-44 tahun, perjalanan musik musisi dengan nama lengkap Glenn Fredly Deviano Latuihammalo itu telah berjalan seperempat abad. Ia mengawali karier profesionalnya sebagai vokalis grup band Funk Section satu tahun begitu menamatkan bangku SMA.

Namun, sesungguhnya darah musik telah mengalir pada diri Glenn semenjak kecil. Keluarganya sangat dekat dengan musik. Ayahnya, Hendrik David Latuihamallo, termasuk pemusik pada masanya. Saat sang ayah memainkan gitar, Glenn dan empat adiknya disuruh bergantian bernyanyi.

Sedangkan kemampuan bermain gitar secara teknis dipelajari dari sang opa, Gustav Siahaya yang menjadi sosok 'turning point' dalam kesuksesan karier musiknya. Sang Opa membekalinya dengan teknik dasar memainkan gitar yang kelak menjadi keberkahan tersendiri buat Glenn.

Bakat menyanyi yang sesungguhnya ditemukan saat ia masih duduk di bangku Sekolah Dasar. Kala itu Glenn masih duduk di bangku kelas empat SD Tirta Marta Jakarta Selatan. Ia ditunjuk mewakili sekolahnya untuk mengikuti lomba menyanyi dan berhasil juara satu tingkat DKI Jakarta. Saat itu, piala juaranya diserahkan oleh Kak Seto. Sementara juara duanya diraih penyanyi Reza Artamevia.

Berprestasi dan berbakat, tapi ternyata Glenn cukup bandel saat kecil. Glenn bahkan mengaku sudah mulai belajar belajar merokok semenjak kelas 4 SD. Kadang disuruh bayar uang sekolah, malah tidak dibayarkan. Ia juga terkadang ikut-ikutan teman menjual koran dan ngojek payung.

Waktu SMP, Glenn pernah diam-diam membawa mobil opanya di tengah malam. Glenn yang saat itu belum diizinkan membawa mobil, malah nekat belajar mobil ke luar rumah dan membawa kembali ke rumah sebelum sang opa bangun.

Level kenakalannya bertambah saat SMP. Ia sempat terjebak kenakalan remaja cukup ekstrim: masuk dalam lingkaran narkotika akibat pergaulan yang salah.

"Gua masuk dalam dimensi kenakalan baru di SMP. Levelnya beda sekarang. Levelnya pada tahap mencobanya lebih besar," cerita Glenn dikutip Haluan.co dari cuplikan sebuah acara reality show di RCTI November 2017 silam.

Selamat Jalan Glenn Fredly

Glenn mengaku sempat sebentar mengkonsumsi narkoba dan menjadi penjual. Glenn saat itu lupa bahwa ia punya bakat luar biasa dalam dirinya. Ia mengenyampingkan talentanya berolah vokal dan hanya menganggap itu sekadar hobi yang sudah lewat.

Beruntung, ia hanya empat bulan terjebak di jalan salah. Sang opa beberapa hari menjelang wafat mengingatkan Glenn untuk kembali menggunakan bakatnya di tarik suara.

Sang opa saat itu mengatakan, "Glenn, bakat nyanyi kamu ini suatu saat akan bisa menghidupkan kamu, bisa menjadikan kamu apa yang kamu mau dan berkat buat semua orang,".

Walau saat itu pesan sang opa hanya masuk telinga kanan dan keluar telinga kiri, namun pesan itu kembali terngiang ketika beberapa hari setelah itu ternyata opa yang dicintainya ternyata pergi untuk selamanya. Apalagi pada malam sebelum meninggal, opa sempat bertanya kapan nyanyi lagi.

Glenn pun kehilangan orang yang dekat dengannya dari kecil. Tapi, momen itu di sisi lain menjadi turning point baginya untuk serius di bidang musik.

Secara kebetulan, beberapa bulan setelah itu ada tawaran dari pamannya untuk mengikuti ajang pencarian bakat di salah satu stasiun televisi swasta bertajuk Cipta Pesona Bintang tahun 1994. Saat itu, Glenn menyanyikan lagu lawas milik Chrisye 'Kidung' yang aslinya merupakan lagu grup band lama Pahama.

Suaranya yang khas dan indah membuat Glenn berhasil menjadi juara 1. Semenjak itulah, jalan sukses semakin terbuka lebar buat Glenn.

Nilai plus bagi Glenn, selain suara yang indah, Glenn memiliki kemampuan bergitar serta kemampuan menulis lirik lagu. Glenn mengaku, kemampuan menulis sudah dimilikinya semenjak SD walau saat itu baru sekadar menulis puisi.

Ia baru berani membuat lagu kala duduk di bangku SMP. Merangkai kata-kata untuk dibuat lirik lagu dan kemudian dinyanyikan adalah hobinya. Kadang ada tulisan ia nyanyikan sendiri.

Berhasil menjadi juara di ajang pencarian bakat tersebut, Glenn ditarik menjadi vokalis grup band Funk Saction pada tahun 1995. Glenn mengaku banyak belajar dari grup tersebut. Termasuk aliran jazz yang mempengaruhi karier bermusiknya.

Pada tahun 1998, Glenn memberanikan diri untuk tampil solo. Kala itu, di tengah berjamur grup band, ia tampil dengan solois bersuara khas.

Glenn membuat album solo bertajuk 'Glenn'. Album itu berisi delapan buah lagu dengan lagu andalannya 'Cukup Sudah'. Berlanjut dengan album 'Kembali' di tahun 2000 yang berisi beberapa hits seperti Salam Bagi Sahabat dan Kasih Putih. Seperti album perdananya, album ini masih bernaung di bawah Sony Music Indonesia dengan produser Aminoto Kosin.

Kisah di Januari dan Sedih Tak Berujung

Popularitas Glenn baru benar-benar meledak saat meluncurkan album ketiganya bertajuk 'Selamat Pagi, Dunia!' tahun 2003. Meski banyak bertema kesedihan dan patah hati, tapi nyatanya album itu laris manis dan dan banyak lagu yang menjadi hits. Lagu yang paling sering diputar, tentu saja 'Januari'.

Lagu Januari yang diciptakan dan dinyanyikan Glenn Fredly merupakan lagu berirama melo dan berkisah tentang kisah sejati yang harus terpisah. Lagu itu menjadi lagu patah hati sangat populer yang bahkan masih sering diperdengarkan sampai saat ini.

Perasaan yang 'dalam' saat menyanyikan lagu itu menghanyutkan emosi setiap orang yang mendengar. Mungkin karena lagu itu tercipta benar-benar dari hati Glenn yang saat itu merana setelah hubungan asmaranya dengan Nola AB Three kandas setelah tujuh tahun terjalin. Nola saat itu menikah dengan Baldi, pasangannya saat ini. Hubungan asmara itupun kandas pada Januari 2003 yang berbuah pada ratapan kepedihan lewat lagu. Kisah patah hati Glenn terekam indah hingga tertuang lagi dalam lirik yang sama mendalamnya, 'Sedih Tak Berujung'.

Namun, kisah sedih yang berakhir di Januari itu malah berbuah kesuksesan pada albumnya. Saking larisnya, pihak Sony Music Indonesia membuat album repackage tahun 2004, dikemas dengan bonus VCD karaoke dan Unplugged Live Performance. Album itu juga membuktikan Glenn sebagai penyanyi dan pencipta lagu romantis.

Produktifitas dan kreatifitas Glenn terus berlanjut. Tahun 2005, ia ditawari membuat satu album sebagai soundtrack dari film baru Cinta Silver. Satu tahun kemudian ia mengeluarkan album 'Aku & Wanita' sebagai penghargaan dan rasa hormat kepada musisi-musisi terdahulu. Dan, pada tahun yang sama Glenn meluncurkan album ketujuh dengan judul Terang. Tahun 2007 Glenn kembali mengeluarkan album bertajuk Happy Sunday.

Selain menelurkan album komersial, Glenn dikenal aktif dalam kegiatan sosial. Pada awal tahun 2005, Glenn menciptakan lagu ‘Kita untuk Mereka’ yang didedikasikan untuk korban Tsunami di Aceh. Bersama dengan Indonesian Voices, Glenn ikut menyanyikan lagu 'Rumah Kita' dalam album Tribute untuk Ian Antono.

Kehidupan pribadi Glenn menarik perhatian publik saat ia menikahi penyanyi Dewi Sandra pada 3 April 2006. Namun, pernikahan itu tak langgeng. Glenn mengajukan gugatan cerai terhadap istrinya melalui Pengadilan Agama Jakarta Selatan pada 12 Maret 2009. Setelah bercerai dengan Dewi Sandra, Glenn meluncurkan album bertajuk Lovelution.

Sepuluh tahun setelah itu, Glenn menikahi pedangdut Mutia Ayu. Dari pernikahan itu, mereka memiliki seorang putri bernama Gewa Atlana Syamayim Latuihamallo yang baru berusia 40 hari.

Beberapa tahun terakhir, Glenn yang dikenal dekat dengan ibunya, Linda Latuihamallo sering bersuara kritis, baik terhadap isu lingkungan maupun politik. Suara kritis itu kerap ia bagikan melalui akun media sosialnya.

Tahun 2011 Glenn pernah berkolaborasi dengan Ras Muhammad membawakan lagu bertajuk Tanah Perjanjian yang mengangkat skandal di Papua. Lagu itu dibagikan secara gratis lewat situs resmi RollingStone.

Bahkan, seminggu sebelum meninggal, Glenn ikut berkontribusi dalam Konser amal untuk penanganan virus corona bertajuk 'Konser dirumah aja'. Bersama puluhan musisi papan atas lainnya, Glenn menyumbangkan suara emasnya untuk kegiatan donasi yang seratus persen dananya untuk penanganan corona di Indonesia.

Rabu, 8 April 2020 pukul 18.00 WIB, Glenn Fredly menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Setia Mitra, Fatmawati, Jakarta Selatan. Diduga penyakit sakit radang selaput otak atau meningitis yang membuat perjalanan hidupnya harus berakhir.

Seperti kisah-kisah seniman yang betul-betul mendedikasikan hidupnya untuk musik, Glenn Fredly seperti sudah memberikan pertanda melalui karya dan tulisannya. Lagu 'Selesai' seakan menjadi lembar akhir karier musiknya. Selain itu, semasa hidupnya, Glenn adalah seorang yang percaya pada kebaikan semesta dan bahwa Tuhan akan memberikan sesuatu yang indah pada waktunya. Mungkin ini adalah saat yang indah bagi Glenn untuk menghadap Sang Pencipta. Selamat jalan Glenn Fredly!


0 Komentar