Kisah Pak Murgiyo, Tukang Sapu Jembatan Penyeberangan JCC
Pak Murgiyo sehari-hari membersihkan sampah di JPO JCC Jakarta Pusat sambil mengumpulkan receh dari sumbangan pejalan kaki. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, HALUAN.CO - Viral! Baru-baru ini ada seorang warganet yang membagikan cerita sedihnya kepada semua pengguna internet. Dia bercerita tentang Pak Murgiyo, kakek lansia yang masih kuat menjadi tukang sapu jembatan penyeberangan JCC, Jakarta. 

Meski tidak begitu jelas mendengar, Pak Murgiyo masih tampak luwes menjawab semua pertanyaan.

Dalam percakapan tersebut, warganet yang menggunakan helm sepeda ini menceritakan awal mula rasa simpatinya pada Pak Murgiyo. Dia menyebut, selalu melihat lelaki tua itu menyapu jembatan ketika sedang berolahraga pagi.

Dia mengatakan, Pak Murgiyo sendiri bisa ditemui pada jam 06.30 WIB hingga jam 08.00 WIB dan siangnya pada jam 12.00 WIB.

Namun, ada tugas mulia di balik aksi bersih-bersih Pak Murgiyo. Dia mengaku melakukan pembersihan itu untuk mengumpulkan sekeping dua keping rupiah guna membiayai anaknya yang tengah berada di rumah sakit.

Katanya, sang anak harus dioperasi pasca keguguran saat melahirkan anak. Janin bayi anak Pak Murgiyo tertinggal di dalam perut ibunya dan butuh operasi untuk mengeluarkannya.

View this post on Instagram

JAKARTA - Viral! Baru-baru ini ada seorang warganet yang membagikan cerita sedihnya kepada semua pengguna internet. Dia bercerita tentang Pak Murgiyo, kakek lansia yang masih kuat menjadi tukang sapu jembatan penyeberangan JCC, Jakarta. . Meski tidak begitu jelas mendengar, Pak Murgiyo masih tampak luwes menjawab semua pertanyaan. . Dalam percakapan tersebut, warganet yang menggunakan helm sepeda ini menceritakan awal mula rasa simpatinya pada Pak Murgiyo. Dia menyebut, selalu melihat lelaki tua itu menyapu jembatan ketika sedang berolahraga pagi. . Dia mengatakan, Pak Murgiyo sendiri bisa ditemui pada jam 06.30 WIB hingga jam 08.00 WIB dan siangnya pada jam 12.00 WIB. . Namun, ada tugas mulia di balik aksi bersih-bersih Pak Murgiyo. Dia mengaku melakukan pembersihan itu untuk mengumpulkan sekeping dua keping rupiah guna membiayai anaknya yang tengah berada di rumah sakit. Katanya, sang anak harus dioperasi pasca lahir dengan keadaan premature. . "Saya punya anak. Dia dirawat di RS Pelni. Dan itu butuh biaya yang banyak. Sari Utami Dewi, itu nama anaknya," kata pria tua yang terus bersemangat meskipun usianya terbilang sudah lanjut. . Warganet ini pun mengajak masyarakat di Jakarta, umumnya dan yang sering melihat Pak Murgiyo untuk menyisihkan sedikit rezekinya guna meringankan beban beliau. . @infojakarta_ . . #haluan #haluanmediagroup #infojakarta #jakarta #indonesia

A post shared by Haluan (@haluandotco) on

"Saya punya anak. Dia dirawat di RS Pelni. Dan itu butuh biaya yang banyak. Sari Utami Dewi, itu nama anaknya," kata pria tua yang terus bersemangat meskipun usianya terbilang sudah lanjut.

Warganet ini pun mengajak masyarakat di Jakarta, umumnya dan yang sering melihat Pak Murgiyo untuk menyisihkan sedikit rezekinya guna meringankan beban di masa tuanya.


Penulis: Agus Embun