Kivlan Zen Heran Kaliber Senjata yang Dirampas dengan Diperiksa Kok Beda?
Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen. (Foto:Haluan/Tio)

JAKARTA, HALUAN.CO - Mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis AD Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen membacakan eksepsinya dalam sidang lanjutan terkait kasus dugaan kepemilikan senjata api ilegal di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (22/1/2020). Dalam isi eksepsi lanjutannya itu , Kivlan mempertanyakan adanya perbedaan kaliber senjata yang diperiksa di laboratium dengan senjata yang dirampas.

"Kaliber laras senjata yang diperiksa di laboratorium tidak sama dengan bukti senjata yang dirampas," kata Kivlan saat membacakan eksepsinya dihadapan hakim.

Kivlan Zen Sebut Senpi Laras Panjang Hanya Cocok Bunuh Tikus

Dalam lampirannya, senjata yang dirampas yakni terdiri dari jenis colt kaliber 38 mm, pistol kaliber 22 mm, rakitan kaliber 22 mm, dan laras panjang 22 mm. Namun senjata yang diperiksa di laboratorium memiliki perbedaan kaliber. Senjata yang diperiksa di laboratorium itu terdiri dari colt kaliber 8,78 mm, pistol kaliber 5,37 mm, rakitan kaliber 5,33 mm, dan laras panjang kaliber 5,10 mm.

Sebagai informasi, Kivlan Zen ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus makar dan kepemilikan senjata api ilegal. Kivlan ditetapkan sebagai tersangka setelah aparat kepolisian lebih dulu menetapkan enam tersangka berinisial HK, AZ, IR, TJ, AD, dan AF.

Kivlan didakwa dengan dua dakwaan. Dakwaan yang pertama dirinya telah melanggar Pasal 1 Ayat 1 Undang-undang Darurat Nomor 12/drt/1951 juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP. Sedangkan dakwaan kedua yaitu didakwa telah melanggar Pasal 1 Ayat 1 Undang-undang Darurat Nomor 12/drt/1951 juncto Pasal 56 Ayat 1 KUHP.