Kivlan Zen Sebut Senpi Laras Panjang Hanya Cocok Bunuh Tikus
Sidang pembacaan eksepsi Kivlan Zen di PN Jakpus. (Foto: Haluan/Tio)

JAKARTA, HALUAN.CO - Terdakwa kasus kepemilikan senjata api ilegal, Kivlan Zen menjelaskan, dalam dakwaan 5 Maret 2019 Helmi Kurniawan alias Iwan melaporkan kepada dirinya bahwa telah menerima dua pucuk senjata laras pendek caliber 22 milimeter meyer dan revolver, serta satu pucuk senjata laras panjang 22 mm.

Menurut Kivlan, berdasarkan kesaksian Adnil, senjata yang dipesan Iwan bukan untuk dirinya, tetapi untuk seseorang di Lampung.

"Tidak ada laporan dari Iwan kepada terdakwa, karena terdakwa saat itu berada di luar kota (Indramayu) untuk mengajar," kata Kivlan saat membaca eksepsi membacakan eksepsi atau penolakan atas dakwaan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (22/1/2020).

Lengkap dengan Seragam TNI, Kivlan Zen Hadiri Sidang Lanjutan di PN Jakpus

Mantan Kepala Pangkostrad TNI ini juga membantah bahwa dirinya menelpon Iwan dari rumah agar membagikan senjata kepada Army dan Tajudin. Sebab, pada 6 Maret 2019, tutur Kivlan, dirinya sedang mengajar di Indramayu.

Karena itu, tegas Kivlan, bagaimana bisa ia memerintahkan agar menyerahkan Meyer kepada Army. Karena, Army sudah menerima Meyer dari Iwan sejak Februari 2019.

Dalam dakwaan pada 7 Maret 2019, Kivlan ke rumah Iwan untuk melihat senjata laras panjang, dan berkata senjata laras panjang caliber 22 mm hanya cocok bunuh tikus dan babi.

Kebetulan, kata Kivlan, di kebunnya banyak babi. Maka, pada Februari 2019 terdakwa memesan senjata laras panjang kaliber besar dan harus berizin. Sebab, Iwan punya PT Sekuriti dan Iwan juga sudah mengaku bisa mendapatkan izin kepemilikan senjata dari PERBAKIN, BIN/BAIS.

Akhirnya, kata Kivlan, ia memesan senjata laras panjang kaliber besar untuk berburu babi. Kivlan menolak senjata laras panjang 22 mm yang ditunjukkan tersebut karena hanya cocok untuk berburu tikus. "Disamping itu yang ditujukan adalah laras nya saja tanpa popor dan teleskop," tukasnya.