Kivlan Zen Tuduh Wiranto Lakukan Korupsi Rp10 Miliar
Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen. (Foto: Haluan/Tio)

JAKARTA, HALUAN.CO - Mantan Kepala Staf Kostrad Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen kembali berseteru dengan bekas atasannya yakni Eks Panglima ABRI, Jenderal TNI (Purn) Wiranto.

Kali ini, Kivlan tak segan-segan menuduh Wiranto diduga telah melakukan korupsi uang negara sebanyak Rp 10 miliar.

Menurut Kivlan, uang itu seharusnya diberikan kepada dirinya sebagai upah pembentukan Pasukan Pengamanan Masyarakat (PAM) Swakarsa.

"Terus terang saya sampaikan, Wiranto koruptor hasil dari pengadilan tahun 2002 atas Kabulog yang didakwa pakai uang untuk PAM Swakarsa. Dia terima 10 miliar, tapi dia tidak serahkan sama saya, itu kan koruptor," kata Kivlan Zen di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Rabu (22/1/2020).

Keluh Kivlan: Saya Dizalimi, Wiranto, Luhut dan Tito Rekayasakan Kasus Saya

Sebagai informasi, PAM Swakarsa merupakan kelompok sipil bersenjata tajam yang dibentuk untuk membendung aksi mahasiswa. PAM Swakarsa mendukung Sidang Istimewa Majelis Permusyawaratan Rakyat (SI MPR) pada tahun 1998. Sementara mahasiswa menolaknya.

Saat SI MPR itu, PAM Swakarsa berkali-kali terlibat bentrokan dengan demontrasi yang melakukan penentangan. PAM Swakarsa disebut juga terlibat bentrokan dengan masyarakat yang merasa resah dengan kehadiran PAM Swakarsa

Kivlan berdalih, semestinya sesuai perintah Presiden RI BJ Habibie, saat itu, uang Rp 10 miliar dari dana non-budgeter Bulog itu diberikan kepada dirinya untuk pergantian dana PAM Swakarsa.

Namun, tutur Kivlan, sampai saat ini uang itu belum diterimanya. Kivlan mengaku sempat menuntut Wiranto di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan dan Jakarta Timur, terkait dana PAM Swakarsa tersebut.

"Mestinya dia kan patuh sama hukum, tapi dia tidak hadir. Kemudian, di Jaktim juga saya nyatakan sampai sekarang tiga kali pengacaranya tidak hadir. Jadi dengan demikian dia tidak patuh hukum," kata Kivlan.

Kivlan juga menyinggung jabatan Wiranto saat ini yaitu sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres).

"Sekarang jadi apa, sebgai Dewan Pertimbangan Presiden. Masa presiden mau terima orang-orang yang pidana. Untuk itu Wiiranto saya tuntut hadapi saya," tantang Kivlan.

Kata Kivlan, Duit Rp50 Juta dari Habil untuk Makan Siang 10 Ribu Orang

Dijelaskan Kivlan, uang Rp10 miliar yang didapatkan Wiranto itu berasal dari Kabulog Rahardi Ramelan, saat itu. Padahal, berdasarkan perintah Presiden Habibie, kata Kivlan, uang itu ditujukan untuk dirinya. "Tapi tidak dikasih sama saya," tandasnya.

Seperti diketahui, Kivlan Zen didakwa telah menguasai senjata api ilegal. Ia disebut telah menguasai empat pucuk senjata api dan 117 peluru tajam secara ilegal.

Ia didakwa dengan dua dakwaan. Dakwaan pertama, Kivlan dinilai telah melanggar Pasal 1 Ayat 1 Undang-undang Darurat Nomor 12/drt/1951 juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.

Dakwaan kedua yaitu dia didakwa telah melanggar Pasal 1 Ayat 1 Undang-undang Darurat Nomor 12/drt/1951 juncto Pasal 56 Ayat 1 KUHP.