Komentari Politik, Akun Medsos Dokter Tirta Kena Hack

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Akun twitter dr.Tirta Hudhi.

-

AA

+

Komentari Politik, Akun Medsos Dokter Tirta Kena Hack

Viral | Jakarta

Senin, 30 Maret 2020 15:02 WIB


JAKARTA, JAKARTA - Sempat emosi memprotes pemerintah, dua akun media sosial dokter Tirta Hudhi di-hack. Dokter yang dikenal sebagai influencer dan relawan corona tersebut pun mengaku kapok dan tak akan ikut-ikutan mengomentari politik lagi. 

"Lu berhasil hack 1 akun toko gue, buat down fb gue, dan ngirim call bot ke hape gue. Terlepas dari lockdown, yang gue akhirnya ngikut pemerintah. Gue akuin. Lu emang jago. Karena beneran dua akun gue tumbang," cuitnya dalam akun pribadinya @tirta_hudhi, Minggu (29/3/2020).

Dokter Tirta dalam cuitannya juga mentaq akun @digeembok setelah dua akunnya itu berhasil di-hack. Bukannya marah, dokter berpenampilan nyentrik itu malah menyatakan menerima kritikan akun yang disebutnya itu dan akan fokus untuk edukasi kesehatan.

"Gue akuin, @digeeembok jago soal ini. Gue ga gira dia bisa hack. Serius jago. Dua akun dalam satu jam. So, gue minta maaf. Gue ga akan bicara politik lagi. Itu bukan ranah gue. Kritikan lu gue trima el. Gue fokus edukasi ga koar-koar politik lagi," tulisnya.

"Gue ngaku kalah dan salah. siap.hikmah. Gue ga akan keseret lagi. Masih shock gue," kata dokter Tirta lebih lanjut.

Dalam cuitan selanjutnya, Dokter Tirta juga menyatakan tak akan menyerang buzzer politik. Ia mengaku itu ranah yang berbeda dan akan kembali seperti dulu, yaitu fokus membantu tenaga kesehatan dan edukasi.

"Semua video dan twit menekan buzzer politik gue delete. Thanks el, kalo ketemu gue traktir lu dah. Bener-bener jago lu," ujarnya.

Sebelumnya, Dokter Tirta mengecam juru bicara pemerintah dalam penanganan Covid-19, Achmad Yurianto terkait pernyataannya tentang orang miskin yang menulari penyakit pada orang kaya. Ia juga mendesak Presiden Joko Widodo untuk melakukan karantina wilayah karena kondisi Indonesia yang semakin darurat.

Menurutnya, virus itu dibawa oleh orang -orang ke semua kota di Indonesia dari Jakarta. Karena itu, sudah segera harus dilakukan tindakan represif oleh pemerintah.


0 Komentar