Komisi Pertahanan Akan Siapkan Strategi Agar OPM Tidak Laku

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Prajurit TNI bertugas di Papua. (FOTO: Puspen TNI)

JAKARTA, HALUAN.CO - Rangkaian insiden antara militer Indonesia dengan OPM masih terus terjadi. Belum lama, anggota TNI dikabarkan tewas akibat tembakan dari anggota OPM.

Menanggapi itu, anggota Komisi I DPR RI yang salah satunya membawahi soal pertahanan, Willy Aditya, OPM memang telah lama ada beriringan dengan rasa ketidakpuasan terhadap pilihan integrasi dengan Indonesia.

Karena, menurut dia, setiap jelang Desember selalu ada saja pemberitaan tentang OPM, Papua Merdeka dan segala variasinya.

“OPM ini ada faksi bersenjata atau tentara pembebasan, ada demonstran-demonstran di dalam dan luar negeri, ada kelompok pemimpin yang menjalankan lobby. Seperti juga organisasi lain dia tentu punya daya tarik yang terus di jual, apa itu? Merdeka,” kata Willy saat dihubungi wartawan, Jumat (27/12/2019).

Menurut Willy, daya tarik ini yang membuat organisasi diikuti oleh masyarakat. Ketika daya tarik itu hilang, maka dengan sendirinya organisasi tersebut tidak akan laku lagi.

Karena itu, Willy tidak tertarik menunjuk-nunjuk OPM selalu sebagai tertuduh. Dia justru lebih ingin melihat seberapa jauh Indonesia menjadi daya tarik bagi masyarakat Papua keseluruhan.

“Saya berduka atas meninggalnya aparat Indonesia di Papua. Tidak boleh lagi ada kematian demi hal yang sebenarnya bisa didialogkan. Banyak hal bisa kita lakukan untuk mencegah kematian terus terjadi di Papua akibat jualan merdeka,” ujarnya.

Pemerintah Sudah Hadir di Papua

Willy mengatakan, daya tarik Indonesia saat ini makin membesar di Papua. Menurutnya, hal itu karena adanya otonomi khusus, pembangunan infrastruktur dan berbagai perhatian khusus pemerintah untuk Papua.

Namun, dia juga mengakui daya tarik ini bersifat dinamis dan harus terus diciptakan.

“Kita sepakat bahwa kemerdekaan NKRI adalah modal untuk memberi kebahagiaan, kecerdasan, kesejahteraan, dan keadilan. Nah modal ini juga yang semestinya didistribusikan sampai ke masyarakat Papua. Agar jualan merdeka ala OPM bisa kita kalahkan dengan natural,” ucapnya.

Mahfud MD Nilai Pendekatan Keamanan Tetap Harus Dilakukan di Papua

Pendekatan-pendekatan militeristik, menurut Willy, sudah mesti digantikan dengan pendekatan yang humanis dan berkebudayaan. Menurutnya, daya tarik merdeka yang terus dijual oleh OPM dan organisasi sejenis baik di dalam maupun di luar negeri akan makin kuat jika tekanan militeristik yang terus dikedepankan.

Willy menilai, perasaan tertekan sementara kebahagiaan yang tersedia sangat terbatas akan membuat OPM laku berjualan kemerdekaan.

“Apa yang paling dibutuhkan ketika seseorang dalam kondisi tertekan? Pelindung, kenyamanan, katarsis. Kalau ini yang kita sediakan di Papua, OPM akan tidak laku. Jika pun suaranya masih keras, bisa kita samakan dengan organisasi kritis lainnya. Kecuali memang ada yang mau intervensi merusak Papua dengan menyoal bergabungnya Papua ke Indonesia,” pungkasnya.


0 Komentar