Korban Bencana Banjir dan Tanah Longsor Bertambah Jadi 47 Orang

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Tim SAR gabungan mengevaluasi korban tanah langsor. (Foto: BNPB)

-

AA

+

Korban Bencana Banjir dan Tanah Longsor Bertambah Jadi 47 Orang

Nasional | Jakarta

Jumat, 03 Januari 2020 23:40 WIB


JAKARTA, HALUAN.CO - Hingga Jumat (3/1/2020) sore, pukul 18.00 Wib, jumlah korban jiwa yang disebabkan bencana banjir dan longsor di wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten mencapai 47 orang.

Bertambahnya korban jiwa itu sehubungan ditemukan korban tertimbun tanah longsor di Desa Harkat Jaya, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor dan Kabupaten Lebak oleh Tim Gabungan SAR.

"Pada malam ini BASARNAS melaporkan keberhasilan menemukan korban banjir dan tanah longsor di Bogor dan Banten," jelas Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Agus Wibowo dalam rilisnya, Jumat (3/1/2020) malam.

Dijelaskan, seiring dengan surutnya air banjir, Tim Gabung SAR yang terdiri dari BASARNAS, TNI, POLRI dan relawan terus lanjut bekerja untuk mencari korban yang hilang.

Operasi SAR terhadap 3 orang diduga tertimbun longsor pasca banjir di Desa Harkat Jaya, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor berhasil ditemukan.

Tiga korban yang baru ditemukan adalah Amri (60 tahun, laki), Saroh (25 tahun, perempuan) dan Cici (5 tahun, perempuan).

Sedanglan operasi SAR hari ke 3 bencana banjir dan longsor di Kabupaten Lebak, Banten pada pukul 16.30 WIB, berhasil menemukan seluruh korban yg tertimbun tanah longsor di Kampung Cigobang, Kecamatan Lebak Gedong.

Seluruh korban berhasil ditemukan dan dievakuasi dalam keadaan meninggal dunia.

Korban adalah Tiong (12 tahun, laki), Diva (8 tahun, perempuan), Enon (4 tahun, perempuan), Fahmi (3 tahun, laki) dan Encih (30 tahun, perempuan).

Kota Bekasi Terparah

Dia juga menjelaskan, dalam bencana banjir yang terjadi di wilayah Jabodetabek, Kota Bekasi merupakan salah satu wilayah yang parah terdampak banjir dengan ketinggian air mencapai 6 meter dan korban meninggal 5 orang.

Laporan BPBD Kota Bekasi pad pukul 11.00 WIB menyebutkan bahwa jumlah pengungsi mencapai 149.537 orang (31.783 KK) yang terdiri dari 49.716 anak-anak, 68.038 dewasa dan 31.783 lansia.

Warga mengungsi kantor kelurahan, masjid, atau rumah warga yang aman dari banjir.

Pemerintah Kota Bekasi sudah menetapkan status tanggap darurat bencana banjir dari tanggal 1 sd 7 Januari 2020 dan Posko penanganan darurat banjir berada di Kantor Walikota Bekasi.


0 Komentar