Korban Jiwa Jembatan Gantung Putus di Kaur Bengkulu Jadi 7 Orang

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Jembatan gantung yang putus di Kaur, Bengkulu. (Foto: BNPB)

-

AA

+

Korban Jiwa Jembatan Gantung Putus di Kaur Bengkulu Jadi 7 Orang

Regional | Jakarta

Senin, 20 Januari 2020 11:45 WIB


JAKARTA, HALUAN.CO - Tiga dari enam orang yang dinyatakan hilang dalam peristiwa putusnya jembatan gantung Cawang di Desa Manau Sembilan II, Kecamatan Padang Guci Hulu,Kabupaten Kaur, Bengkulu ditemukan dalam kondisi meninggal.

"Berdasarkan data BPBD Kabupaten Kaur, pagi ini mencatat sudah ditemukan 3 orang dalam kondisi meninggal dunia," jelas Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Bencana BNPB, Agus Wibowo dalam siaran persnya, Senin (20/1/2020).

Dengan ditemukannya tiga korban yang hilang maka jumlah korban meninggal dalam bencana jembatan gantung putus akibat dihantam banjir itu menjadi 7 orang.

Jembatan gantung Cawang di Desa Manau Sembilan II, Kecamatan Padang Guci Hulu,Kabupaten Kaur putus diterjang banjir bandang, Minggu (19/1/2020).

Pada hari kejadian itu, sudah ditemukan orang korban meninggal dan 6 oranng dinyatakan hilang serta belasan selamat.

Jembatan Gantung di Kaur Putus Dihantam Banjir, 4 Orang Meninggal dan 6 Hilang

Ketujuh korban meninggal itu adalah Emilia binti Minut, warga desa Manau 9 II, Yeni binti Kamharudin, desa Manau IX 2, Pio bin Didi , desa Bungin Tambun, Peri Rahman bin Tisri, desa Pulau Panggung Migi bin Jon Armada, desa Rigangan, Mika binti Sus, desa Bungin Tambun 3 dan Viki bin aida, desa Pulau Panggung.

Sedangkan tiga korban hilang yang masih dalam pencarian adalah Intan Guspani binti Indi, desa Bungin Tambun 2, Gok bin Junar, desa Tanjung Ganti 1 dan Ipan bin Ujang, desa Pulau Panggung.

Sejak tadi malam (19/1) BPBD, TNI, Polri, Basarnas, Organisasi Perangkat Daerah terkait, dan relawan sudah bekerja untuk mencari korban yang hilang. Posko Darurat juga sudah didirikan di lokasi kejadian.


0 Komentar