Korban Terus Berjatuhan, Amerika Masih Berdebat Keampuhan Obat Antimalaria

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Obat antimalaria hydroxychloroquine. (Foto: Aljazeera)

-

AA

+

Korban Terus Berjatuhan, Amerika Masih Berdebat Keampuhan Obat Antimalaria

International | Jakarta

Sabtu, 25 April 2020 19:02 WIB


JAKARTA, HALUAN.CO - Presiden Amerika Serikat Donald Trump masih dengan keyakinannya bahwa untuk sementara obat antimalaria hydroxychloroquine sampai belum ditemukan obat atau vaksin, bisa digunakan untuk menangani pasien positif COVID-19. Perdebatan di kalangan medis dan Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) masih terus berlangsung.

Mengapa ini penting: Muncul kekhawatiran setelah pernyataan Donald Trump, masyarakat secara pribadi mengkonsumsi hydroxychloroquine. Padahal obat ini memiliki efek samping dan tidak semua orang cocok. Dokter saja masih harus banyak pertimbangan untuk memberikan obat tersebut kepada pasiennya.

Konteks: Sampai saat ini dokter dan tenaga medis di Amerika Serikat masih belum yakin dengan keampuhan hydroxychloroquine. FDA memperingatkan dokter untuk berhati-hati dalam memberikan obat tersebut kepada pasien karena memiliki efek samping di antaranya terhadap irama jantung.

Apa katanya: "Kami memahami bahwa para profesional kesehatan mencari setiap opsi perawatan yang mungkin untuk pasien mereka dan kami ingin memastikan kami memberikan mereka informasi yang tepat yang diperlukan bagi mereka untuk membuat keputusan medis terbaik," ujar FDA Dr Stephen M Hahn seperti dilansir Aljazeera, Sabtu (25/4/2020), "Sementara uji klinis sedang berlangsung untuk menentukan keamanan dan efektivitas obat ini untuk COVID-19."

Reaksi negara bagian:

• Setidaknya 22 negara bagian dan Washington, DC mengamankan sudah menyiapkan stok hydroxychloroquine.

• Enam belas dari negara-negara itu dimenangkan oleh Trump pada tahun 2016, meskipun lima dari mereka termasuk North Carolina dan Louisiana saat dipimpin gubernur Demokrat.

• Oklahoma menghabiskan USD2 juta untuk membeli obat-obatan, dan Utah dan Ohio telah menghabiskan ratusan ribu untuk pembelian.

• Sisa kota dan negara bagian menerima pengiriman gratis dari perusahaan obat atau pemerintah AS selama sebulan terakhir. Ohio menerima sumbangan besar dari perusahaan lokal.

• Beberapa negara termasuk New York, Connecticut, Oregon, Louisiana, North Carolina dan Texas menerima sumbangan obat-obatan dari sebuah perusahaan swasta yang berbasis di New Jersey bernama Amneal Pharmaceutical. Florida diberi satu juta dosis dari perusahaan Israel Teva Pharmaceutical Industries.

Kekhawatiran perusahaan obat: Dr Kenneth B Klein, seorang konsultan perusahaan obat di Seattle tetap menyampaikan kekhawatirannya atas anjuran yang berlebihan dari Trump untuk mengobati pasien dengan hydroxychloroquine. "Efek samping yang potensial sangat mengkhawatirkan, terutama karena banyak pasien COVID-19 yang sudah memiliki penyakit bawaan," katanya.


0 Komentar