Korban Tewas Diserang Virus Corona di China Tembus Angka 1.000

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Ilustrasi virus corona. (Foto: Ist)

-

AA

+

Korban Tewas Diserang Virus Corona di China Tembus Angka 1.000

International | Jakarta

Selasa, 11 Februari 2020 08:53 WIB


BEIJING, HALUAN.CO - Korban tewas terinfeksi virus corona di China menembus angka 1.000, yaitu sudah mencapai 1.011 orang hingga Selasa (11/2/2020).

Melonjaknya jumlah korban yang dibunuh virus corona itu setelah Komisi Kesehatan Hubei melaporkan adanya 103 kamatian baru, seperti dilansir Channelnewsasia.

Dalam laporan hariannya itu, Komisi Kesehatan Hubei juga mengkonfirmasi adanya 2.097 kasus baru di provinsi, tempat mewabahnya virus itu pada bulan Desember 2019.


Dari data terbaru itu, sudah lebih dari 42.200 kasus yang dikonfirmasi di seluruh China, berdasarkan angka yang dikeluarkan sebelumnya dari pemerintah.

Virus baru diyakini telah muncul tahun lalu di pasar yang menjual hewan liar di ibu kota Hubei, Wuhan, kota di pusat wabah.

Presiden Cina Xi Jinping juga telah bertemu dengan para pekerja medis dan pasien yang terkena dampak di sebuah rumah sakit di Beijing pada hari Senin, di mana ia menyerukan "langkah-langkah yang lebih menentukan" untuk menahan wabah itu, kata penyiar CCTV negara bagian.

Sebuah tim pendahulu untuk misi pakar internasional yang dipimpin Organisasi Kesehatan Dunia untuk virus itu tiba di Cina Senin malam, dipimpin oleh Bruce Aylward.

Dia mengawasi respons organisasi 2014-2016 terhadap epidemi Ebola di Afrika Barat.


Ada 27 WNA di China Positif Terinfeksi Corona, Ternyata Indonesia

Menjelang kedatangan tim, Ketua WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus memperingatkan bahwa ada "beberapa contoh" kasus di luar negeri pada orang yang tidak memiliki riwayat perjalanan ke China.

Seperti di Inggris pada hari Senin mencatat dua kali lipat kasus menjadi delapan dan pemerintah memperingatkan wabah virus corona baru adalah "ancaman serius dan segera."

Presiden AS Donald Trump mengatakan dia memperkirakan wabah itu akan hilang pada bulan April karena cuaca yang lebih panas, suatu prognosis yang tidak sesuai dengan para pejabat tinggi kesehatan AS.


0 Komentar